 SUKAJADI — Peristiwa memilukan terjadi, Senin (28/9) sekitar pukul 04.45 WIB di kecamatan Sukajadi, Pekanbaru. Satu keluarXDga tewas secara tragis dalam kebakaran yang melalap 6 petak kios milik keluarga Yahya Ahmad di Jalan Rajawali.
Kejadian yang terjadi dinihari tersebut membuat ratusan warga Pasar Rajawali dibuat heboh. Sebagian berusaha menolong penghuni kios yang kebanyakan masih terperangkap di dalam kios yang sudah di selimuti jago merah. Saking kuatnya teriakan histeris warga sampai terdengar seantero Jalan Durian dan Jalan Rajawali.
Suara raungan sirine mobil pemadam kebakaran semakin menambah mencekamnya suasana di sekitar kejadian . Warga yang panik mencoba menyiram api dengan air yang diambil dari selokan sekitar. Sedangkan penghuni kios satu persatu dapat berhamburan keluar kiosnya menyelamatkan diri.
Namun tidak bagi penghuni toko kelontong Gusri yang ikut terbakar dalam insiden memilukan itu. Kios yang dihuni satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri Febri Efendi (27), Rika (22) dan anaknya yang masih berumur 4 bulan bernama Zahwir Huda, tidak dapat terselamatkan dan hangus bersama kedainya. Ketiganya tewas terpanggang dengan kondisi mengenaskan.
‘’Ketiganya tak dapat diselamatkan, karena api terlalu besar, padahal mereka baru saja tiba dari kampungnya di Pasaman Sumatera Barat,’’ ujar Susi warga sekitar. Kepada Pekanbaru MX Suherman (45) sekuriti Villa Durian Mas yang juga mengetahui kejadian itu pertama kali mengatakan, Senin sekitar pukul 04.45 WIB ketika dirinya hendak pergi ke Masjid untuk menunaikan salat subuh.
Secara kebetulan, dirinya melihat ada api yang mengpul dari atap Toko Gusri. Awalnya dirinya tak menyangka kalau itu adalah api yang membakar toko, namun setelah diamati ternyata benar api sudah melahap bangunan yang berada di sebelah toko milik keluarga Febri yang tewas bersama anak dan istrinya tersebut.
Melihat api yang semakin membesar dirinya langsung berteriak kebakaran dan diikuti warga lain yang juga mengetahui kebakaran itu. Tak berapa lama warga sekitar berbondong keluar dari rumah untuk menyelamatkan 6 kios yang terbakar tersebut.
Masih menurut Suherman, api begitu cepat menjalar dan membakar ke enam kios. Dirinya dan beberapa warga lain mencoba menghubungi pemadam kebakaran. Menjelang itu warga berusaha mematikan api dengan alat seadanya.
Sedangkan menurut Lambou (43) yang juga warga sekitar yang membantu mengeluarkan korban dari kobaran api mengatakan, keluarga ketiga korban tak dapat ditolong karena tokonya yang berlantai dua dan berterali besi itu terkunci dari dalam, keadaan yang genting membuat korban Febri dan istrinya Rika tak dapat diselamatkan.Dan akhirnya tubuh ketiganya ikut dijilat api walau sudah berusaha keluar tokonya. Tapi karena tak bisa membuka pintu akhirnya satu keluarga itu hangus bersama tokonya.
‘’Korban Febri ditemukan di lantai bawah, sedangkan Rita dan anaknya ditemukan di lantai atas dengan kondisi yang mengenaskan, ketiganya tewas dalam keadaan gosong,’’ ujar Lambou yang tak dapat menyembunyikan perasaan prihatinnya.
Empat unit mobil pemadam kebakaran yang turun dua puluh menit setelah api menjalar ke seluruh kios akhirnya dapat memadamkan kobaran api. Kapoltabes Pekanbaru Kombes Pol Drs Berty DK Sinaga ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kapolsekta Sukajadi AKP Jonnedi SE MBA mengatakan, untuk setakat ini asal penyebab kebakaran masih belum diketahi menunggu Tim Labfor dari Medan untuk menyelidiki kasus kebakaran tersebut. AKP Jonnedi juga mengatakan, akibat kebakaran ini tiga orang dalam satu keluarga turut tewas dalam insiden itu. Selain enam kios yang berisikan berbagai macam barang-barang dagangan tak ada yang bisa diselamatkan. Kerugian masih belum dapat ditaksir karena masih dalam penyelidikan. Sedangkan Camat Sukajadi Muflihun Sstp ketika ditemui Pekanbaru MX mengatakan akan mendata seluruh korban-korban kebakaran yang mana data-data itu akan diserahkan ke Walikota untuk menyantuni para warga yang menjadi korban kebakaran tersebut.*** |
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|