|
PEKANBARU — Sekuriti PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) membantah telah mengeroyok seorang anggota Poltabes Pekanbaru Briptu Hendra. Bantahan itu disampaikan langsung Manajer Komunikasi dan Hubungan Media PT CPI Hanafi Kadir, kemarin.
Disebutkannya, pengeroyokan yang disebut Hendra tersebut tidak sebenarnya terjadi. Hanafi menjelaskan kronologis peristiwa itu bermula saat Hendra ingin masuk ke areal PT CPI. Selain tidak memiliki pas masuk, sepeda motor yang dikendarainya juga tidak lengkap, salah satunya tidak memiliki kaca spion lengkap. Namun dengan berbagai alasan, akhirnya Hendra diperbolehkan masuk.
Saat hendak keluar komplek, Hendra kembali berbuat ulah. Selain mengambil jalur kanan, di tempat melapor sang polisi juga memperlihatkan sikap tidak bersahabat. Dia malah memukulkan helm sehingga terjadilah keributan.
”Melihat adanya keributan para sekuriti lainnya pun datang untuk melerai suasana,” kata Hanafi. Disebutkannya, atas kejadian itu pihaknya melaporkan kejadian ini ke Poltabes Pekanbaru. Seperti diberitakan sebelumnya, Hendra yang mengaku dikeroyok sekuriti Chevron, Kamis (11/6), mengaku dadanya membiru dan memar. Tidak menerima aksi kekerasan itu, Hendra membuat pengaduan resmi ke Mapoltabes Pekanbaru.
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Drs Zulkifli MH ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX mengatakan, pelaku segera dimintai keteranganya. ‘’Penyidik Satreskrim Poltabes Pekanbaru masih mempelajari laporan korban dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Sementara pelaku (terlapor) segera dimintai keterangannya. Kalau memang terbukti, pelaku bisa ditahan demi proses hukum lebih lanjut,’’ ujar AKBP Drs Zulkifli MH, Jumat (12/6). =MXQ
|
|
|
anggota polisi di keroyok
Oleh: Renol () Pada : 17-06-2009