|
Raut wajah Julisman (38) warga RT1/RW2 Desa Penyasawan Kecamatan Kampar terlihat panik saat mendengar gudang makanan ringan miliknya hangus terbakar, Jumat (21/8) malam sekitar pukul 09.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam mudibah ini, tapi kerugian ditafsir jutaan rupiah.
Peristiwa ini pertama kali diketahui tetangganya bernama Amisriadi (37) yang saat itu sedang duduk didepan. Tiba-tiba ia melihat asap dari gudang milik korban.
Kemudian saksi ini berteriak histeris. Karena kondisi malam yang cukup sepi, sehingga teriakannya di dengar oleh warga sekitar. Dalam sekejap musibah ini menjadi gempar dan warga pun berdatangan ke TKP.
Dalam hitungan menit, api langsung membesar dan membakar isi ruangan gudang tempat menyimpan makanan ringan. ‘’Saya kaget, sebab dalam hitungan menit api sudah membesar,’’ kata saksi dengan nada panik pada Pekanbaru MX di TKP.
Melihat api yang sudah membesar, sebagian warga berusaha menghubungi korban yang lagi keluar rumah sedangkan yang lain berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya serta menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran. Melihat gudang miliknya terbakar, korban tampak histeris.
Usaha ratusan warga menjinakan api membuahkan hasil. Api berhasil dipadam dan tidak merembet ke tempat lainnya. Setelah itu barulah datang tiga unit mobil petugas pemadam kebakaran.
Camat Rumbio, Joni Saprian bersama Danramel, Karidon mengatkan sangat menyesali keterlambatan datangnya petugas pemadam kebakaran tersebut yang datang setelah api dijinakan. ‘’Diharapkan kedepan kinerja petugas pemadam kebakaran tidak seperti ini lagi,’’ pintanya.
Kapolres Kampar, AKBP H MZ Muttaqien SH SIk MAP melalui Kapolsek Kampar, AKP Sumarno ketika ditemui dikantornya mengatakan atas musibah ini diminta kepada msayarakat untuk selalu berhati-hati. ‘’Jika mau keluar rumah tolong di cek dulu kondisi rumah. Karena cuaca panas saat ini sangat mendukung terjadi cepatnya kebakaran. Dan saya berterimakasih kepada masyarakast yang tanggap telah membantu pada pasca musibah ini,’’ ungkapnya. ***
|
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|