|
Mata sebelah kanan Sartika (31) terlihat lebam, membiru. Untuk menyembunyikan mata lebab itu, warga Pasar Pagi Arengka ini menutupi dengan rambutnya berwarna pirang panjang sebahu. Ditemani seorang temannya, janda beranak tiga itu melangkah tertatih-tatih ke Mapolsekta Bukitraya, Senin (3/8), pukul 11.40 WIB
Ia ternyata berniat membuat laporan penganiayaan yang pelakunya adalah pacarnya sendiri berinisial BP (21), yang juga warga Pasar Pagi Arengka. Kepada Pekanbaru MX, wanita yang siang itu mengenakan baju berwarna merah dipadu celana jeans warna biru mengaku penganiayaan itu terjadi, Senin (3/8) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan Hotel Ema Graha. Bagaimana awal hingga terjadi pemukulan itu? Sartika menuturkan, dini hari itu saat berdagang nasi di Pasar Pagi Arengka, ia melihat kekasihnya itu berduaan bersama wanita lain. Kondisi itu membuat Sartika ingin melihat lebih dekat dengan mendatangi keduanya. Begitu melihat lebih dekat, Sartika emosi. ‘’Memang —maaf— anjing kau!,’’ maki Sartika kala itu kepada sang kekasih. Awalnya kekasihnya itu diam saja. Namun tidak lama kemudian, pria yang jarak umurnya cukup jauh dengannya itu langsung menampar dan menendang bagian perutnya. Tidak hanya sampai disitu. Orang yang dicintainya itu juga memukul bagian mata sebelah kanan, kepala bagian belakang dan dada. ‘’Beginilah jadinya mata saya akibat dipukuli pelaku,’’ ujar Sartika sembari menunjukkan matanya yang lebam. Tidak menerima perbuatan pemukulan itu, siangnya korban mendatangi Mapolsekta Bukitraya untuk membuat laporan ke polisi. ‘’Saya ingin melihatnya ditangkap,’’ katanya sembari meninggalkan Mapolsekta Bukitraya, karena ia akan melakukan visum di RS Bhayangkara Polda Riau. Kapolsek Bukitraya AKP H Nurbasri melalui Kanit Reskrim Ipda Yulies A Pratiwi ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX membenanrkan laporan itu dan kasusnya akan diselidiki terlebih dahulu.*** |
|
|