|
Sunardi (28) sudah tiga minggu tidak pulang ke rumahnya di Jalan Penerbangan, Marpoyan Damai. Tentu saja istrinya Srinita (26) khawatir. Setelah dilakukan pencarian, Senin (20/7) malam, Sunardi akhirnya ditemukan. Namun Sunardi pulang tanpa nyawa.
Penemuan mayat Sunardi membuat keluarga shock. Mereka seakan tidak percaya dengan kenyataan tersebut. Terlebih pria yang sehari-hari bekerja mencari karah (plastik bekas) ini diduga korban pembunuhan.
Jasad Sunardi ditemukan mengapung di Sungai Tanjung Balik oleh warga Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat pada hari Ahad (5/7) lalu sekitar pukul 09.00 WIB. Karena tidak ada keluarga yang menjemput, Sunardi pun dimakamkan dua hari kemudian. Artinya, sampai ditemukan kembali oleh keluarganya, Sunardi sudah dikubur selama 15 hari.
‘’Kata warga dan polisi di Pangkalan, suami saya sudah 15 hari dimakamkan. Alasannya, karena tidak ada keluarga yang datang menjemput,’’ ujar Srinita kepada Pekanbaru MX di rumahnya, Selasa (21/7) pagi.
Srinita menceritakan kronologis menghilangnya sang suami. Menurutnya, akhir Juni lalu seorang teman suaminya bernama Ujang datang ke rumah dengan menggunakan mobil Xenia warna biru. Selanjutnya mereka pergi dan selama lima hari Sunardi tidak kunjung pulang.
Setelah ditunggu, akhirnya Sunardi pulang juga. Kemudian Ujang kembali datang mencari Sunardi dan menyatakan akan menuntut Sunardi secara hukum karena tidak membayar mobil Xenia yang dirental.
‘’Padahal mobil itu dipakai oleh saudara Ujang, tapi kok minta sama suami saya pula,’’ kata Srinati.
Bahkan Ujang pernah mengancam membunuh Sunardi dengan menggunakan gunting. Tujuannya, agar Sunardi memberikan uang rental tersebut. ‘’Suami saya memang pernah dibunuh. Tapi tidak tahu apakah ini awal dari semua kejadian ini,’’ paparnya.
Pada hari Rabu (1/7) Sunardi yang telah dikaruniai satu orang anak ini pergi ke kolam renang Telaga Biru yang lokasinya tidak jauh dari kediamannya. Dan setibanya di sana, korban diajak pergi oleh Ujang, namun tidak kunjung pulang ke rumah.
Pada hari ke lima, Srinita mencoba menelepon suaminya tersebut. Tapi nomornya sudah tidak aktif. Meski demikian, Srinita beserta keluarga lainnya hanya berfikir positif. ‘’Dan ternyata, saat ditemukan suamiku sudah menjadi mayat,’’ papar wanita yang sedang mengandung anak kedua mereka.
Tanggal 18 Juli adik Sunardi bernama Dedi Darma Wijaya (27) berangkat ke Desa Pangkalan, Sumbar untuk mencari karah. Setelah barang yang dicari dapat, ia pun segera pulang ke Pekanbaru dengan menumpang sebuah mobil pedagang yang juga akan ke Pekanbaru.
Dalam perjalanan itu, supir mobil tersebut bercerita kepadanya bahwa belum lama ini warga menemukan sesosok mayat di sungai. Saat itu Dedi tidak ada berfikir bahwa yang diceritakan itu ialah abangnya.
Namun setibanya di Pekanbaru, barulah ia mulai curiga jangan-jangan sesosok mayat itu adalah abangnya yang telah lama menghilang. Keesokan harinya ia kembali ke Pangkalan mendatangi Polsek setempat dan menanyakan prihal penemuan mayat tersebut.
Dari keterangan polisi, mereka menyita barang bukti berupa baju warna coklat merek reply dan satu pasang sandal. Selanjutnya Dedi kembali pulang dan bertanya apakah abangnya itu saat meninggalkan rumah mengenakan baju coklat. ‘’Ternyata benar, lalu kami berangkat bersama ke Pangkalan,’’ papar Dedi.
Ditemukan Mengapung di Sungai Dari keterangan polisi, Sunardi ditemukan warga di perairan Sungai Tanjung Balik. Kondisinya sudah membengkak. Bagian hidung mengeluarkan darah, bagian alis mata terluka dan terdapat bekas pukulan di bagian belakang kepalanya.
Begitu ditemukan, awalnya jenazah Sunardi sempat dibawa ke balai kesehatan setempat. Namun dua hari kemudian, polisi memutuskan untuk memakamkannya. ‘’Sudah 15 hari katanya,’’ ujar Dedi. Begitu mendengar penjelasan polisi itu, pihak keluarga memutuskan untuk menggali kembali kuburan Sunardi dan membawanya ke Pekanbaru. ‘’Kami menginginkan dia dikebumikan di sini (Pekanbaru),’’ kata Srinita dengan nada lirih. =MXN |
|
|
Pembunuhan
Oleh: aidil () Pada : 23-07-2009