Contreng Dua Kali, Mahasiswa Ditangkap
Kamis, 09 Juli 2009
 
Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Sepandai-pandainya main curang, akhirnya ketahuan juga. Pribahasa itu cocok disematkan kepada Nelson (21), mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru yang tertangkap basah mencontreng dua kali dalam pemilihan presiden (Pilpres) di dua tempat.

Akibat kejadian itu, sontak keadaan di tempat pemungutan suara (TPS) yang terletak di Jalan HR Soebrantas dan tak jauh dari Mapolsekta Tampan, Rabu (8/7) sekitar pukul 11.00 WIB, menjadi heboh.

Informasi yang dirangkum Pekanbaru MX menyebutkan, pelaku yang merupakan warga Merak Sakti, Panam ini, awalnya sudah meanyontreng di salah satu TPS di seputaran Jalan Kutilang, Panam.

Belum diketahui dengan pasti apa yang menjadi latar belakang pelaku untuk melakukan pencontrengan sampai dua kali. Pelaku yang tiba di TPS 007, langsung mendaftar dan masuk ke bilik suara dan mencontreng calon presiden pilihannya untuk kedua kali.

Para panitia TPS 007 awalnya tidak curiga sama sekali pada gerakan pelaku, namun, ketika pelaku hendak menceploskan jarinya ke tinta tanda pemilih, salah satu pengawas melihat salah satu jari ditangan kirinya sudah ada tanda bekas tinta.
Melihat itu, petugas langsung mengamankan pelaku. Beberapa orang panitia cepat menginterogasi pelaku tentang bekas tinta di ujung jari tangannya. Akhirnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang terjadi pada pelaku, petugas keamanan membawa pelaku ke Mapolsekta Tampan untuk diamankan.

Kapoltabes Pekanbaru, Kombes Pol Berty DK Sinaga SH, ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kapolsekta Tampan, AKP Indra P Simangunsong SH, didampingi Kanit Reskrim, Ipda Milson Jhony SH mengatakan, saat ini pelaku sudah diamankan oleh pihak Bawaslu Kota Pekanbaru, setelah beberapa saat diamankan di Mapolsekta Tampan.***
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >