Usai Melahirkan, Istri Diazab Suami
Selasa, 07 Juli 2009
 
ImageJalinan cinta yang telah dibina Rahmat (19) dan Ayu (19) hancur berantakan. Rumah tangga yang dulunya harmonis, kini berubah bagai neraka. Tak lagi ada canda tawa seperti saat-saat semasa pacaran dulu. Pertengakaran pun kian sering terjadi.
Parahnya lagi, hanya gara-gara persoalan sepele tak jarang memicu bentrokan fisik. Terakhir, supir oplet ini nekat menghajar istrinya. Padahal wanita yang selama ini setia menemaninya dalam suka dan duka itu, baru seminggu melahirkan anak pertama mereka.

Tak hanya menampar, menendang, kala itu Rahmat juga mencekik leher Ayu. Sebagai wanita dan istri, Ayu tentu tak terima. Ia butuh perhatian dan kelembutan. Makanya, sikap kasar pria yang telah dinikahinya dua tahun lebih itu dilaporkan ke Polsek Payung Sekaki, Ahad (5/7) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapolsek Payung Sekaki, Iptu J Sitanggang kepada Pekanbaru MX, Senin (6/7) saat ditemui di ruang kerjanya kemarin menjelaskan, usai laporan dibuat pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Korban kemudian diperiksa lebih lanjut.

Setelah semua unsur terpenuhi, petugas turun ke lapangan untuk memburu suami ringan tangan tersebut. Tanpa kesulitan berarti, Rahmat berhasil dibekuk saat berada di tempat orang tuanya di Perumahan Melati Ataya Jalan Garuda Sakti, Tampan sekitar pukul 23.30 WIB, tiga jam usai laporan dibuat.

Kepada petugas, Rahmat mengaku khilaf. Ia terlalu emosi hingga nekat menganiaya wanita yang masih disayanginya itu. Diakui memang kala itu ia ada menampar dan mencekik. Tapi Rahmat membantah telah menendang istrinya.

Diceritakan pria jebolan kelas dua sekolah menengah pertama ini, usai pacaran selama setahun, pada tahun 2007 hubungan mereka dilanjutkan ke jenjang perkawinan hingga akhirnya seminggu lalu mereka dianugerahi seorang putra.

Sejak menikah pasangan suami istri muda usai ini menetap di rumah orang tua Ayu di Jalan Dharma Bakti, Labuhbaru Barat, Payung Sekaki. Untuk menafkahi keluarga, Rahmat rela ikut orang tua Ayu bekerja sebagai buruh bangunan. Entah persoalan apa, beberapa waktu lalu Ari kemudian diusir mertuanya.      

Sebagai tempat berteduh sementara, Sabtu (4/7), Rahmat memboyong istri menginap ke rumah saudaranya di Jalan Tulip. Di sanalah kemudian keduanya terlibat pertengkaran hebat pada keesokan harinya. Adu mulut memicu terjadinya aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung dijebloskannya Rahmat ke penjara. ***

   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >