|
Cinta monyet boleh saja, tapi kalau cinta sampai kebablasan, maka akibatnya bisa kehilangan kesucian. Seperti yang dialami Bunga (nama samaran). Siswi salah satu SMP di Pekanbaru yang baru berumur 14 tahun ini, menjadi korban birahi oleh seorang kenek truk bernama Bisanton (22). Korban dinodai oleh sang pacar pada saat berjumpa Ahad (18/12) sekitar pukul 20.00 WIB.
Perbuatan cabul itu diketahui orangtua korban ketika melihat ada bekas merah di leher putrinya. Setelah ditanya, korban mengaku kalau ia habis dikencani pelaku. Mendengar pengakuan anak gadisnya, orangtua korban marah dan mencari pelaku.
Esok harinya, Senin (19/12) sekitar pukul 18.30 WIB, pelaku berhasil ditemui berada di PO Bus Jalan SM Amin. Tanpa banyak bicara, saat itu pelaku lalu dihajar massa yang sebelumnya sudah mengetahui perbuatan tercela itu.
Informasi yang dirangkum Pekanbaru MX di Polsek Tampan menyebutkan, bahwa kejadian ini berawal ketika pelaku mengajak korban bertemu melalui pesan SMS. Antara korban dan pelaku sudah terjalin hubungan asmara lebih kurang dua bulan.
Setelah menerima SMS, korban lalu pergi menemui pelaku tanpa ada perasaan curiga. Saat bertemu, pelaku membawa korban ke salah satu gudang pupuk yang ada di Jalan SM Amin.
Entah setan apa yang masuk ke dalam benaknya, pelaku langsung memaksa korban untuk melakukan hubungan badan. Sedangkan korban, tidak berani melakukan perlawanan sehingga pelaku berhasil menodainya.
Setelah nafsu birahinya tersalur, pelaku kemudian mengantar pulang ke rumah. Namun, keesokan harinya (Senin), perbuatannya diketahui oleh orangtua korban yang melihat bekas merah di leher anaknya.
Awalnya korban tidak mau mengakui apa yang telah dilakukan pelaku terhadapnya. Tapi, orang tua korban yang curiga, terus menanyakannya hingga korban mengaku jika dirinya telah melakukan hubungan badan dengan pelaku.
Seperti petir di siang bolong, orangtua korban terkejut mendengar pengakuan dari anaknya. Tidak terima dengan kejadian itu, orangtua korban mencari pelaku.
Setelah bertemu di PO Bus Jalan SM Amin, orangtua korban langsung menanyakan apa yang telah dilakukannya. Karena tidak bisa menahanan emosi, orangtua korban memarahi pelaku. Pada saat itu warga yang ada disana turut terpancing, hingga dengan spontan menghajar pelaku hingga babak belur.
Beruntung saja saat itu pelaku cepat diselamat anggota Polsek Tampan datang ke lokasi. Untuk menhindari hal yang tidak diinginkan, pelaku lalu dibawa ke Mapolsek Tampan untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara, pelaku yang ditemui Pekanbaru MX menyebutkan, jika saat itu ia tidak bisa menahan birahinya ketika mengajak korban ke tempat yang sepi hingga terjadilah hal itu. ‘’Antara saya dan korban sudah pacaran dua bulan, dan perbuatan itu baru yang pertama kami lakukan,” katanya.
Kapolsek Tampan Kompol R Firdaus SH yang dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Iptu Moch Arianta Fauzi membenarkan adanya kejadian itu. “Sekarang kasusnya masih dalam pemeriksaan serta penyidikan,” katanya. *** |
|
|