|
PEKANBARU—Hati-hati mengancam orang melalui Short Massage Service (SMS),bisa-bisa kena batunya. Seperti dilakukan EB (42) mencoba mengancam bunuh anaknya sendiri, akhirnya dilaporkan ke polisi oleh mantan istrinya.
Dewita (37) warga Jalan Sekolah, Perumahan Griya Nirwana, Rmbai Pesisir, Rabu (24/6) berharap mantan suaminya segera ditangkap pihak berwajib.
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Drs Zulkifli MH ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX mengatakan, pelaku segera dimintai keteranganya. ‘’Penyidik Satreskrim Polsekta Limapuluh masih mempelajari laporan korban dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
Sementara pelaku (terlapor, red) segera dimintai keteranganya. Kalau memang terbukti, pelaku bisa diproses dengan hukum yang berlaku,’’ ujar AKBP Drs Zulkifli MH, Kamis (25/6).
Peristiwa pengancaman yang dialami korban itu berlangsung, Rabu (24/6) sekitar pukul 01.00 WIB. Kala itu, korban sedang berada di Hotel Resty Menara, Jalan Sisingamangaraja, Limapuluh, Pekanbaru.
Tiba-tiba masuk SMS dari nomor 08163251704 milik pelaku. Dalam SMS itu tertulis ‘’Kalau tidak pulang tidak ada gunanya hidup lagi, dengarlah besok, Padel telah menjadi mayat’’.
Padel adalah anak dari hasil pernikahan Dewita dengan EB yang telah memasuki usia 10 tahun. Sebenarnya, pasangan ini karunia tiga anak.
Sesuai keputusan Pengadilan Agama Pekanbaru anak-anak tersebut dibawah asuhan ibunya. Diduga tidak terima hak asuh jatuh kepada istrinya, maka pelaku melakukan beberapa, di antaranya mengancam menggunakan SMA.
Sementara itu, Dewita mengaku cewas menerima ancaman. Dia juga khawatir atas kesalahan putranya. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, makanya Dewita melaporkan kasus pengancaman itu ke Polsekta Limapuluh.=MXQ
|
|
|