 Fery Layyah (37) GARA-gara tanah, Fery Layyah (37) jadi korban pembacokan kakak iparnya sendiri, Sayup (34). Akibat aksi pembacokan ini, korban mengalami luka di pelipis mata dan punggung kaki. Kejadian ini terjadi, Selasa (23/6) sekitar pukul 18.30 WIB di rumah Sayup di Jalan Suram, Desa Sumber Sari RT 01/RW 02.
Peristiwa berdarah ini berawal ketika korban Fery Layyah (37) pergi ke rumah Sayup (34) untuk meminta uang Rp50 ribu. Hal itu dilakukan korban karena istrinya mendapat jatah uang dari hasil penjualan tanah. Tapi Sayu tidak memberikannya karena uang tersebut bukan untuk korban melainkan untuk istrinya.
Karena tidak sefaham keduanya pun terlibat perang mulut yang berujung pertengkaran hebat. Karena emosi, Sayu seketia mengambil parang di dapurnya dan diayunkan kearah korban.
Mendapat serangan tak seimbang itu, korban berusah mengelak namun pada akhirnya tebasan parang mengenai pelipis mata sebelah kanannya, darah bercucuran.
Tak hanya sampai disitu, bagai kesetanan pelaku kembali mengayunkan parangnya, kini punggung kaki korban robek dikoyak senjata tanjam sehingga lantai rumah berceceran darah.
Sayup yang sudah kalap terus mengejar adik iparnya itu namun korban berhasil menyelamatkan diri. Dengan jalan pincang dan meneteskan darah segar, korban melarikan diri ke Polsek Tapung Hulu.
Saat ditemui Pekanbaru MX di Polsek Tapung Hulu, tersangka Sayup menceritakan, bahwa ketika itu korban datang dalam keadaan mabuk. Saat itu, dari mulut korban merebak bauk tuak dan matanya merah.
Dalam keadaan mabuk adik iparnya minta uang dan membuat dirinya langsung naik darah. ‘’Uang yang dimintanya itu milik adik perempuan saya, dan iapun datang bukan atas perintah istrinya. Karena istrinya bakal marah jika uang tersebut diberikan kepada suaminya,’’ ujar Sayup.
Kapolres Kampar AKBP H MZ Muttaqien SH SIk MAP melalui Kapolsek Tapung Hulu, Iptu Razip Ramli kepada Pekanbaru MX mengatakan kasus ini telah diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. ‘’Saat itu, korban datang dalam kondisi mabuk berat, dan pelaku kini masih diperiksa,’’ujar Razib.*** |
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|