SETELAH sehari suntuk melakukan pencarian, akhirnya mayat Sapri (15), korban yang hilang saat mandi di laut ditemukan tersangkut di akar pohon bakau (mangrove) yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, Rabu (1/9) pagi.
Sejak korban dinyatakan hilang Selasa (31/8) siang, tim pencari yang sebagian besar terdiri dari masyarakat tempatan beserta tim SAR dan Polsek Bukit Batu, tak henti-hentinya melakukan penyisiran di sepanjang pantai Desa Dompas, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Dari siang hingga paginya, solidaritas masyarakat benar-benar sedang diuji untuk tetap menemukan mayat remaja itu.
Kepala Desa Dompas, Helmi dan tokoh masyarakat yang ada pada malam pencarian itu tampak sibuk mengomandoi proses pencarian dengan menggunakan puluhan unit pomping nelayan. Begitu juga dengan pasangan Zalik dan Syam (orang tua korban) yang tak henti-hentinya berdoa sambil menyiramkan air tolak bala ke laut, berharap agar jasad anak mereka satu-satunya segera ditemukan.
Ritual serupa juga dilakukan beberapa orang masyarakat sekitar. Bersama-sama mereka terus memanjatkan doa sambil membacakan surat yasin di ujung pelabuhan, guna mengiringi proses pencarian.
Jasad Sapri Masih Utuh Pencarian selama puluhan jam itu akhirnya membuahkan hasil. Adalah Karim (50), nelayan senior yang membawa pompong bersama beberapa orang lainnya pagi itu yang menemukan jasad korban sudah tak bernyawa lagi, tersangkut di akar pohon bakau yang berada tak jauh dari pelabuhan nelayan Desa Dompas.
Kebetulan air laut mulai surut. Melihat pemandangan itu, Karim dan rekan-rekannya langsung mendekati dan mengangkat mayat Sapri, lalu membawanya ke darat bersama ratusan masyarakat yang sudah menunggu di pelabuhan. Mayat korban selanjutnya dibawa ke rumahnya dengan menggunakan mobil ambulance.
Mendapat kabar bahwa mayat korban sudah ditemukan, ratusan warga kembali mendatangi TKP dan rumah duka untuk menyaksikan langsung jasad korban. Mereka seakan tak percaya ketika melihat mayat remaja itu masih utuh.
Kapolsek Bukit Batu AKP J Banjarnahor, mengatakan bahwa kematian Sapri murni disebabkan tenggelam dan hanyut dibawa arus air laut. ‘’Setelah kita selidiki pada jasat korban tidak ada tanda-tanda luka yang mengindikasikan ada penyebab lain, maka dapat disimpulkan bahwa meninggalnya korban murni disebabkan tenggelam dan di bawa arus laut. Untuk selanjutnya jasad korban sudah kita serahkan kepada pihak keluarga,’’ kata Banjarnahor.***
|
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|