|
Nasib naas menimpa seorang guru ngaji bernama Muhawi (30), warga Desa Sungai Ara Kecamatan Kempas, Indragiri Hilir. Senin (23/8), ia menjadi korban keganasan Sungai Indragiri, saat ikut rekannya menambang pasir. Hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian, dibantu warga setempat masih melakukan pencarian jasad korban yang hilang.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Achmad Kartiko Sik MH melalui Kapolsek Kempas AKP Joni membenarkan adanya kejadian tersebut. “Begitu mendapatkan laporan dari masyarakat petugas kita langsung mendatangi TKP untuk selanjutnya melakukan pencarian, tapi hingga kini jasad korban belum ditemukan,” kata AKP Joni saat dihubungi, Selasa (24/8).
Dijelaskan, peristiwa tenggelamnya warga Sungai Ara ini berawal ketika korban ikut temannya Muandi (31) pergi menambang pasir di Sungai Indragiri menggunakan sampan. Dengan harapan hasilnya bisa untuk tambahan keperluan persiapan lebaran yang sudah diambang pintu. Kemudian pada Senin (23/8) berangkatlah keduanya dengan menggunakan sampan. Seperti kebiasaan penambang pasir di sana, mereka mengambil pasir pada saat air surut. Hal itu karena pasir hanya ada di tengah-tengah sungai. Usai memarkirkan sampannya, kedua orang ini lalu turun dari sampan untuk mengambil pasir di dasar sungai tersebut. Di dalam sungai keduanya lalu berpencar. Pada saat asik mengambil pasir tiba-tiba Muadi mendengar teriakan Muhawi minta tolong. Keika itu Muadi melihat korban seperti terbawa arus yang cukup deras. Muadi yang mengetahui rekanya tenggelam berupa memberikan pertolongan. Namun gagal, saat Muadi akan menolong korban sudah hilang dan hanyut entah kemana. Mengetahui rekannya hilang, Muadi lalu bergegas pulang dan memberitahukan hal itu pada keluarga korban. Selanjutnya warga dan juga aparat kepolisian yang menerima laporan hilangnya korban segera ke lokasi. Hari itu juga warga melakukan pencarian dengan berbagai peralatan yang ada. Namun karena air mulai pasang, pencarianpun terpaksa dihentikan. “Apa lagi laut Indagiri ini cukup luas, jadi tak bisa dipastikan kemana hanyutnya korban,”kata AKP Joni, Kapolsek Kempas menuturkan. Kini keluarga korban terpaksa pasrah dan merelakan kepergian korban. Hanya saja yang membuat sedih, tewasnya guru ngaji ini meninggalkan istri dan anaknya yang masih kecil-kecil. =MXV |
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|