Aku Positif HIV
Kamis, 19 Agustus 2010
Aku melewati malam yang dingin dan berteman tembok kamar yang bisu dengan air mata. Dengan sebuah pertanyaan, “Inikah yang harus aku tanggung atas kesalahan masa laluku?”
Sampai satu hari aku nekat kabur dengan barang seadanya saat rumah sedang sepi. Kabur adalah pilihan yang terbaik bagiku. Aku duduk dengan diam. Aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar. Tapi setelah tiga kali dilakukan pemeriksaan, hasilnya tetap sama. Ibuku yang mendampingiku menangis. Andai saja hal itu tak terjadi. Aku tidak mungkin akan mengalami seperti ini.

Aku tidak pernah menyangka kalau dari hubungan seks yang hanya sekali itu bisa seperti ini dampaknya. Aku menyerahkan keperawananku kepada Martin sebagai bukti cintaku padanya. Setelah dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia seperti hilang ditelan bumi.

Tidak pernah lagi muncul dan tidak bisa dihubungi sama sekali. Aku tidak bisa menyalahkan sepenuhnya Martin karena kami melakukannya atas dasar suka sama suka. Aku membungkam mulutku ketika orang tuaku memaksa aku untuk mengatakan yang sebenarnya.

Aku selingkuh dengan tunangan kakak perempuanku sendiri. Aku tidak hamil karena hubungan seks yang pernah aku lakukan dengan Martin. Tapi virus yang ada di dalam tubuh Martin kini ada di dalam tubuhku.

Aku positif HIV. Semua penyesalan tak akan ada lagi gunanya. Martin yang kelihatan pria baik-baik ternyata iblis bermuka malaikat. Belakangan aku baru tau kalau dia seorang pemakai narkoba.

Kini, malam-malam yang aku lewati dengan air mata mohon pengampunan kepada Yang Maha Kuasa. Aku percaya, Dia mengasihiku dan menerima aku apa adanya karena aku berharga di mata-Nya.

Kini aku menjalani hari-hariku dengan menjadi seorang aktivis sosial yang tanpa lelah memperingatkan kepada semua wanita untuk jangan pernah bermain-main dengan alat kelamin pria atas nama pembuktian cinta.

Semoga setiap wanita yang membaca kisahku menjaga ‘harta berharga’ yang dimilikinya dan say no to free sex. Penyesalan selalu datang terlambat. Percayalah, karena aku sudah mengalaminya.

Sebagai penutup: Tulisan ini saya dedikasikan untuk semua ODHA, kalian berharga dimata Tuhan. Buluh yang patah terkulai tidak akan dipatahkan-Nya dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, Dia kan jadikan indah untuk kemulian-Nya.(dikirim Tiwi) =MXAI

 
< Sebelum   Berikut >