|
SEORANG nenek renta di Desa Pulau Bodi, Kelurahan Pulau, Kecamatan Bangkinang Seberang, Kabupaten Kampar, dibunuh secara sadis. Setelah dimasukkan ke dalam karung plastik, mayat korban lalu dibuang di depan rumah warga oleh pelakunya, Rabu (4/8) dinihari.
Korban adalah Hj Siti Maryam yang selama ini tinggal serumah dengan adiknya, Maimanah (80). Sebelum ditemukan tewas, nenek berusia 82 tahun ini sempat dikabarkan menghilang usai melaksanakan salat Dhuha, Selasa (3/8) pagi. Peristiwa itu sempat membuat seisi kampung menjadi heboh. Bersama-sama mereka terus melakukan pencarian dengan menyisiri seluruh kampung.
Hingga malam menjelang, Hj Siti Maryam tidak juga ditemukan. Kekhawatiran semakin mendera ketika lampu PLN padam. Kondisi itu bahkan hampir membuat warga berputus asa. Dalam kegelapan mereka berkumpul sambil beristirahat sejenak di rumah Dasri (33), yang berada persis di belakang rumah korban.
Ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul 01:00 dinihari, tiba-tiba sebuah benda mencurigakan jatuh tepat di belakang rumah korban. Bunyinya terdengar cukup jelas di tengah kesunyian. Warga yang curiga tak mau tinggal diam. Serentak mereka beranjak dari tempat duduk untuk mencari sumber bunyi tersebut. Saat itulah warga melihat sebuah benda terbungkus plastik hitam yang tergeletak di atas tanah.
Karena penasaran, akhirnya mereka sepakat untuk melihat isi bungkusan. Betapa terkejutnya warga ketika itu. Kenapa tidak, di dalam bungkusan plastik itu ternyata mayat Hj Siti Maryam yang mereka cari. Tangis histeris seketika pecah. Seisi kampung keluar untuk melihat jasad korban.
Menurut beberapa orang warga yang sempat melihat, kondisi tubuh korban saat ditemukan cukup memprihatinkan. Di bagian kepalanya terdapat luka memar yang cukup parah, sehingga ada dugaan bahwa korban dibunuh dengan menggunakan benda tumpul. Tubuh korban ditemukan dalam karung plastic dalam keadaan berlipat. Dikabarkan, perhiasan sebanyak lebih kurang 25 mas di tubuhnya juga raib, dan yang tinggal hanya satu anting di salah satu telinga.
Lurah Pulau Bodi, Amir Luthfi, yang mendapat laporan tentang penemuan korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Tak lama berselang, aparat Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Kampar, petugas piket Polsek Bangkinang Kota dan Tim Identifikasi Polres Kampar datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Setelah proses olah TKP selesai, jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Bangkinang untuk divisum dan kemudian dibawa kembali ke rumah duka. Atas persetujuan pihak keluarga, Rabu siang (4/8) korban dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk menjalani otopsi guna mengetahui lebih jelas tentang penyebab kematiannya.
Kapolres Kampar, AKBP H MZ Muttaqien SH SIK MAP, didampingi Kasat Reskrim, AKP Devy Firmansyah SIK, dan Kapolsek Bangkinang Kota, Iptu Alwis Saldi, mengatakan bahwa kasus itu masih diselidiki apakah murni pembunuhan atau pembunuhan yang disertai perampokan.
Berdasarkan data yang berhasil dirangkum Pekanbaru MX dari warga sekitar, korban merupakan seorang warga yang tidak memiliki anak dan suaminya. Sejak usia muda, Hj Siti Maryam lebih banyak beraktivitas di Bengkalis dan baru selama lebih kurang 6 hingga 7 tahun terakhir kembali ke kampung halamannya di Pulau Bodi.
Selama ini korban dikenal sebagai sosok yang baik dan taat menjalankan ajaran agama. Ia juga sangat gemar bergaul dengan warga, ramah dan memiliki hubungan baik dengan keluarga.***
|
|
|