|
Dari sebelas orang yang terjaring razia penyakit masyarakat (Pekat) di hotel di wilayah hukum Polsek Tampan, tiga diantaranya terdapat oknum pelajar. Sepasang oknum pelajar SMA berasal dari Sumatera Barat (Sumbar) langsung pucat pasi ketika digerebek petugas.
Sementara itu, satu lagi oknum siswi SMA di Pekanbaru juga kedapatan sekamar dengan seorang pemuda. Siswi SMA dan pasangannya juga bernasib serupa digiring petugas ke kantor polisi guna didata. Saat operasi Pekat di hotel tersebut, 11 orang diangkut paksa polisi ke Mapolsek Tampan mengendarai kendaraan operasional polisi.
Operasi penyakit masyarakat (Pekat) di beberapa hotel di Kecamatan Tampan dan Payung Sekaki digelar, Rabu (28/7) malam.
Dimulai dari pukul 22.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB, dipimpin langsung Kapolsek Tampan AKP Hardian Pratama SIk dan Kanit Patroli Ipda Sabirin Kahar. Tujuan razia guna meminimalisir angka kejahatan pada bulan Ramadan yang tinggal beberapa hari lagi.
Kapolsek Tampan AKP Hardian Pratama SIk ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX mengatakan, hotel yang menjadi target operasi (TO) yaitu, SMR yang berada di Jalan HR Soebrantas, Hotel Ema Graha, Rumah kos dan Hotel Sogo yang berada di Jalan Soekarno- Hatta (Arengka).
‘’Tadi malam, kita berhasil menjaring pasangan di dalam kamar hotel yang tidak memiliki surat nikah dan KTP. Dan yang paling banyak tadi malam yaitu di Hotel SMR, sebanyak 9 pasangan, 3 orang di antaranya yang masih berstatus pelajar,’’jelas AKP Hardian Pratama SIk.
Selain itu, semua pasangan itu dibawa ke Mapolsek Tampan dengan menggunakan mobil patroli untuk dimintai keterangan dan dipanggil orang tuanya agar tidak mengulangi lagi perbuatan yang memalukan itu. Namun saat dipotret wartawan, ada salah satu cewek yang tertangkap marah dan hendak melemparnya dengan sepatu.
‘’Semua pasangan yang terjaring razia itu kita data dan kita panggil orang tuanya. Setelah membuat pernyataan agar tidak membuat perbuatan itu lagi, kita serah kepada orang tuanya untuk dididik kembali,’’jelas AKP Hardian Pratama SIk.
Dari hasil operasi tersebut, terbukti jika masih banyak masayarakat atau pasangan muda mudi yang menggunakan hotel sebagai tempat mesum tanpa ada surat ikatan pernikahan.
Razia Pekat ini merupakan program tahunan bagi kepolisian menjelang bulan Ramadan. Guna mengurangi Pekat tentang perbuatan mesum di tempat penginapan dan menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.
‘’Operasi Pekat ini kita lakukan di hotel dan penginapan karena adanya informasi dari masyarakat. Dilaporkan bahwa masih banyak pasangan yang bukan muhrim ceck-in di kampar hotel diduga berubat mesum,’’pungkas Hardian. =MG2 |
|
|