|
Korban minum keras (miras) di duga oplosan kembali kerjadi. Kali ini korbannya Iwan (25) warga Sukaping, Pangean, Kuantan Sengingi (Kuansing). Iwan tewas dalam perjalanan menuju ke RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru dari rumah kos temannya di Jalan Tuah Karya, Tampan, Pekanbaru, Senin (19/7) sekitar pukul 08.00 WIB.
Sebelum ditemukan kritis, Iwan diduga minum minuman keras di rumah temannya itu. Hal ini diketahui dari adanya botol minuman keras yang ditemukan tidak jauh dari tubuh korban. “Ketika itu korban sudah tidak sadarkan diri terbaring dilantai bersama muntahannya,”kata Eka (22), teman kost korban.
Ditambahkan Eka, korban ini sudah lima hari tinggal rumah kos mereka. Kematian pagi tadi para mahasiswa ini dikejutkan dengan melihat korban dalam keadaan semaput di kamar kos tersebut.
“Kami semua tidak tahu kapan korban minum, sebab tadi malam dia sendiri tidur di kamar sebelah,” kata Eka yang mengaku baru mengetahui kejadian ketika pulang dari warnet.
Saat itu juga, korban langsung dilarikan ke klinik pengobatan terdekat dengan mengendarai sepeda motornya untuk mendapatkan pertolongan medis. Karena keadaannya kritis dan mulutnya mengeluarkan cairan, korban dirujuk ke RSUD Arifin Achmad untuk mendapatkan perawatan secara intensif.
Namun Tuhan berkehendak lain, dalam perjalan korban menghembuskan nafas terakhirnya di dalam ambulance yang digunakan untuk mengantarnya ke RSUD Arifin Achmad. Setelah sampai, ke RSUD korban di masukkan ke ruang IGD untuk diperiksa kembali oleh petugas medis dan dipindahkan ke kamar jenazah untuk menunggu kedatangan pihak keluarganya.
Sementara itu Putra (22) teman korban lainnya mengatakan, korban ini dulunya mahasiswa namun ia berhenti dan pulang ke kampungnya. Namun korban ini masih sering main-main bahkan tidur di kos-kosan mereka. Mengetahui korban sudah meninggal dunia, mereka langsung menghubungi orang tuanya di kampung.
‘’Sekarang orang tuanya masih dalam perjalanan menuju ke sini. Mungkin jenazahnya akan langsung dibawa ke kampung untuk dimakamkan,’’ kata Putra dengan perasaan sedihnya di ruang IGD yang masih menunggu kedatangan pihak keluarganya.
Sampai berita ini diturunkan, Kapolsekta Tampan AKP Hardian Pratama SIK ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX mengaku belum mendapat laporan tentang itu. ‘’Saat ini kita belum mendapat laporan itu, namun kita akan menyelidikinya,’’ kata AKP Hardian Pratama SIk melalui selulernya. *** |
|
|