Tolak Beri Uang Minuman, 2 Pemuda Dihajar Preman
Selasa, 13 Juli 2010
 
Gara-gara menolak memberikan uang minuman, dua sahabat bernama Rindo (19) dan Wandi (18) warga Jalan Harapan Jaya, Kulim dihajar tiga orang preman hingga ‘bonyok’. Peristiwa itu berlangsung di salah satu kedai tuak seputaran Jalan Harapan Jaya, Ahad (11/7) sekitar pukul 01.00 WIB.
Kapolsek Tenayan Raya AKP Effendi S melalui Kanit Reskrim Ipda Supriyanto saat dikonfirmasi Pekanbaru MX membenarkan adanya kejadian tersebut. Kini kasusnya masih dalam penyelidikan anggota di lapangan. ‘’Kini kasusnya sedang diselidiki, apalagi yang namanya premanisme akan kita basmi tanpa pandang bulu,’’ ujar Kanit.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, kala itu korban Rindo sedang duduk di kedai tuak. Tiba-tiba dirinya didatangi dua orang preman yang meminta sejumlah uang untuk menambah membeli minuman tuak. Namun korban tidak memenuhi permintaan pelaku yang dinilainya berlebihan.

Kesal karena permintaannya ditolak kedua pelaku langsung menghantam korban. Kalah jumlah, korban hanya bisa menangkis setiap hantaman yang dilontarkan pelaku. Sementara warga sekitar yang melihat ulah pelaku hanya bisa terdiam karena takut akan bernasib sama dengan korban.

Melihat Rindo dipukuli orang, Wandi segera melerai. Tapi rupanya rekan pelaku lainnya malah kembali datang dan menghajar mereka berdua. Setelah puas menghantam kedua korban hingga tak berdaya, pelaku langsung pergi meninggalkan korban yang telah mengalami luka memar.

Tak terima dianiaya dan diperas preman, keduanya akhirnya mendatangi pihak kepolisian terdekat untuk membuat laporan agar para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Sayangnya, identitas ketiga pelaku yang melakukan aksi penganiayaan tidak diketahui kedua korban.***

   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >