|
Merasa tidak seiring sejalan lagi, Wid (20) mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Pekanbaru memutuskan percintaannya dengan Yud (21) yang juga seorang mahasiswa. Karena masih cinta, Yud tak terima. Nekatnya, Yud malah menghajar ceweknya hingga babak-belur.
Aksi penganiayaan ini sempat didamaikan oleh ninik mamak di Kabupaten Kuantan Singingi. Sayangnya, butir-butir perjanjian dalam perdamaian ini tidak direalisasikan pihak pelaku. Akibatnya, korban Wid, warga Jalan Durian bersama keluarganya mendatangi Polsek Payung Sekaki, Rabu (23/6) sekitar pukul 23.00 WIB guna minta keadilan.
Kapolsek Payung Sekaki AKP Akmaluddin Yusuf yang dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kanit Reskrim Iptu H Sarmidon mengatakan, karena peristiwanya sudah berlangsung lama dan korban telah berobat di Kuansing, maka pihak kepolisian akan sulit melakukan penyelidikan.
Menurut Kanit Reskrim, peristiwa ini terjadi pada April 2010 lalu. Ketika itu korban Wid memutuskan pacarnya, namun oleh pelaku Yud tak terima diperlakukan seperti itu. Mungkin karena kesal, pelaku mulai emosi dan meluahkannya dengan cara menginjak-injak korban sampai babak-belur.
‘’Luka yang dialami korban cukup parah ketika itu. Namun, karena mereka sama-sama orang Kuansing, maka perkara ini diselesaikan dengan ninik mamak setempat. Dalam penyelesaian ini korban dan pelaku berdamai dan pelaku bersedia memenuhi tuntutan korban dengan hanya membiayai pengobatan,’’terang Sarmidon.
Namun, perjanjian itu ternyata tidak ditepati. Keluarga pelaku cenderung menghindar ketika janji itu ditagih pihak korban. Selang dua bulan berlalu korban melapor ke Polsek Payung Sekaki.
‘’Memang kejadiannya di wilayah kami. Tapi mereka sempat berdamai hingga kasus ini masuk dalam perkara perdata. Untuk itu, bukan kami tidak mau terima laporannya, tapi korban mungkin bisa berupaya berkoordinasi kembali dengan pihak pelaku. Agar berdamaian yang sebelumnya sudah terjadi bisa direalisasikan,’’tambahnya. =MXA |
|
|
Jodoh bukan ditangan kita
Oleh: usi () Pada : 31-07-2010