|
Seorang petani karet bernama Noperius Menfora (34) mengaku khilaf telah ‘menyadap’ anak tirinya hampir selama dua tahun. Untuk memuluskan nafsu bejatnya itu, warga Dusun II Sungai putih, Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kampar itu mengajak anak tirinya, sebut saja Bunga (13) menemaninya bekerja di kebun karet mereka.
Ketika berada di kebun itulah Bunga menjadi pelampiasan pria bejat ini. Setiap melakukan pencabulan, tersangka selalu menyertai ancaman akan membunuh korban jika bercerita pada siapapun, termasuk pada ibu kandungnya sendiri.
Namun sepandai-pandainya menyimpan bangkai baunya pasti akan tercium juga. Senin (21/6) sekitar pukul 10.00 WIB, Bunga yang sudah tak tahan diperlakukan seperti itu akhirnya bercerita pada ibunya. Bagai disambar petir, sang ibu yang tahu anaknya telah dinodai langsung melapor kepolisi.
Kapolres Kampar AKBP H MZ Muttaqien SH Sik MAP melalui Kapolsek Tambang AKP Dedy Safriady mengatakan, setelah mendapat laporan tersebut pihaknya langsung bergerak melakukan penangkapan terhadap tersangka.
“Awalnya tersangka tidak mengakui, namun setelah dikonfrontir dengan korban serta barang bukti. Akhirnya tersangka tak bisa mengelak lagi, ia mengakui jika telah khilaf melakukan perbuatan tersebut pada anak tirinya,” jelas kapolsek saat ditemui Pekanbaru MX, Selasa (22/6).
Selanjutnya untuk meyakinkan kasus itu, polisi juga membawa korban ke rumah sakit untuk divisum. “Hasilnya memang positif, bahwa korban sudah tidak perawan lagi. Kita juga melihat korban agak trauma jika melihat ayah tirinya itu,”lanjut kapolsek.
Data yang dirangkum Pekanbaru MX menyebutkan tersangka yang bekerja sehari-hari sebagai penyadap karet ini setiap pagi selalu membawa anak tirinya tersebut untuk menemaninya. Di kebun itulah tersangka melakukan aksi bejatnya.
Terakhir yang dialami korban terjadi pada Jumat (18/6) sekitar pukul 08.00 WIB. Dimana pagi itu tersangka kembali membawa korban ke kebun untuk membantu menyadap karet. Pada saat di kebun tiba-tiba korban digerayangi dan memaksa korban untuk melayani nafsunya.
Korban menolak, namuntersangka kemudian mengancam akan membunuh ibu serta adik-adiknya jika ia tidak menuruti keinginan tersebut. Dan korban sempat menangis saat pelaku membuka baju korban.
Kemudian tersangka bagai dirasuki setan menggarap anaknya. Setelah puas, tersangka masih mengancam korban agar tidak bercerita pada siapun.
Ketika pulang ke rumah, ibu korban curiga melihat anaknya seperti orang ketakutan. Apa lagi jika berdekatan dengan ayahnya. Melihat perubahan sikap itu ibu korban lalu bertanya apa yang terjadi padanya.
Semula korban tak mau bercerita. Namun setelah didesak akhirnya korban pun buka mulut. Korban memberitahukan kepada ibunya, jika ia telah dicabuli oleh ayahnya berulang kali.
Mendengar hal tersebut, ibu korban tentu saja marah. Tanpa pikir panjang ibu korban langsung menanyakan kepada suaminya. Namun, pelaku tidak mengakuinya, sehingga terjadilah pertengkaran yang hebat. Tak tahan melihat anaknya menderita, ibu korban pergi dan melaporkan hal itu ke Mapolsek Tambang, Senin (21/6) sekitar pukul 11.00 WIB. =MXU |
|
|
usulan
Oleh: edi x () Pada : 25-06-2010