 PEKANBARU - Penggalian box culvert tanpa disertai rambu-rambu sangat membahayakan keselamatan jiwa bagi pengguna jalan terutama para pengendara. Di Jalan Pekanbaru - Lipat Kain, Km 28 Perhentian Raja, Kampar, karena tidak diberi rambu-rabu galian box culvert akhirnya memakan korban jiwa.
Adalah Atur Silaban (39) warga Jalan Sepakat, yang mengendarai sepeda motor meninggal dunia saat dalam perjalan menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru. Sementara Jumiran (29) warga Jalan Budi Luhur, Kulim mengalami luka-luka di kepalanya akibat dari kejadian itu. Keduanya terjatuh ke dalam galian box culvert Rabu (16/6) sekitar pukul 20.00 WIB.
Korban Jumiran ketika ditanya Pekanbaru MX Rabu (16/6) malam di kamar mayat RSUD Arifin Achmad mengatakan kejadian naas yang dialaminya itu ketika mereka dari Kota Pekanbaru hendak menuju ke Lipat Kain dengan mengendarai sepeda motor yang direntalkannya kepada tukang ojek Simpang Sepakat.
Mereka berangkat dari rumah sekitar pukul 18.00 WIB, namun dalam perjalanan tanpa disadari sepeda motor mereka itu terperosok ke lubang penggalian box culvert kira-kira sedalam satu setengah meter.
‘’Malam itu kami hendak pergi kerja ke Lipat Kain. Motor itu kawan saya yang bawanya saya hanya duduk di belakang. Dalam perjalanan teman saya ini membawa dengan kencang dan tiba-tiba kami masuk lubang dan kami terbentur ke dalamnya. Waktu itu saya melihat teman saya ini sudah tidak sadar lagi,’’ kata Tumiran dengan mengusap kepalanya yang mengeluarkan darah segar akibat kejadian itu.
Melihat kejadian itu membuat warga sekitar berdatangan untuk membantu korban yang masih berada di dalam lubang tersebut. Karena dalam keadaan tidak sadarkan diri, warga menghubungi polisi untuk membawa korban ke rumah sakit.
Polisi turun ke lokasi kejadian yang langsung melarikann korban ke RSUD Arifin Achmad untuk mendapatkan pertolongan. Nnamun tuhan berkehendak lain, dalam perjalanan menuju ke rumah sakit korban meninggal dunia, diduga akibat luka dalam setelah terbentur di dalam lubang.
Selain itu, korban Tumiran yang mengalami luka di kepalanya dilarikan ke IGD RSUD Arifin Achmad untuk mendapat perwatan intensif. Keluarga korban yang meninggal dunia itu tidak bisa menahan kesedihannya ketika melihat saudaranya sudah tidak bernyawa lagi.
Kapolres Kampar AKBP H MZ Muttaqien SH Sik MAP melalui Kasatlantas Polres Kampar AKP Dedi Nata ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX membenarkan adanya kejadian itu. Sekarang polisi masih dalam proses penyidikan dan masih meminta keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui kejadian itu. =MG2
|
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|