|
Buyu Alawa (20) warga Perumahan Afd 9 PT Ciliandra Perkasa, sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (15/6) ditemukan tewas. Diduga korban dibacok oleh tetangganya sendiri bernama Lesi Waruwu (30).
Setelah menghabisi Buyu, tersangka Lesi langsung kabur. Hingga berita ini naik cetak, pelaku belum berhasil ditemukan petugas kepolisian.
Kapolres Kampar AKBP H MZ Muttaqien Sh Sik MAP yang dihubungi dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kasat Reskrim AKP Devy Firmasyah Sik didampingi Kapolsek Bangkinang Barat IPTU Candra, mengatakan, saat ini timnya masih di lapangan.
Menurutnya, kemungkinan besar, pelaku masih berada dalam PT Ciliandra karena PT Ciliandra ini sangat luas.
Ditanya kenapa pelaku membacok korban, Kasat mengatakan sampai saat ini belum mengetahui pasal pelaku membacok korban.
Peristiwa pembacokan itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (15/6). Awalnya, saat itu, pelaku dan korban saling istrahat setelah setengah hari beraktivitas di rumah saksi Feberus Telambanun.
Dalam istirahat tersebut mereka berbincang-bincang dalam bahasa Nias. Dalam kesempatan itu, di sana tidak hanya pelaku dan korban tapi juga tetangga mereka dan beberapa temannya berbicara dalam bahasa Batak.
Tiba-tiba entah karena apa, pelaku berdiri dan mengambil parang yang tersisip di dinding tempat mereka istirahat. Setelah parang dipegangnya, pelaku langsung membacokan benda tajam itu ke punggung korban.
Mendapat serangan parang, korban spontan berteriak kesakitan. Tak puas dengan tebasan pertama, pelaku kembali mengayunkan parang ke arah kepala korban. Melihat parang diarahkan ke kepalanya, korban pun berupaya untuk menangkis dengan tangannya sehingga ibu jari korban putus ditebas parang.
Melihat seranganya ditangkis oleh korban, pelaku semakin beringas. Pelaku kembali membabatkan parang ke kaki korban.
Setelah puas melihat korban tak berdaya, pelaku langsung kabur dengan meninggalkan parang di lokasi kejadian.
Teman-teman korban sesama buruh lepas di PT Ciliandra mengaku begitu kaget melihat keganasan Lesu Waruwu. Di antara saksi ada yang menelepon polisi, sebagian lainnya memberi bantuan dengan membawa korban ke Puskesmas terdekat.
Namun niat mereka tak sampai, belum korban ditolong oleh tim dokter, korban sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Beberapa saat kemudian baru petugas datang.
Setelah mendapat keterangan dari saksi, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Namun hingga berita diturunkan, petugas belum menemukan pelaku.
‘’Jarak dari Desa ke PT Ciliandra mencapai 70 KM, dan PT Ciliandra yang sangat luas, membuat kita mengalami kendala mencari pelaku,’’ujar Kasat.
Sekitar pukul 21.00 WIB korban langsung diturunkan dibawa ke untuk divisum di RS Tabrani Rab. Setelah divisum, jenazah korban dititipkan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.***
‘’Sampai saat ini, kita terus melakukan pengepungan terhadap pelaku. Kemungikinan besar pelaku masih di daerah sana. Karena sangat susah keluar dari daerah tersebut pasalnya lokasi perusahaan itu sangat luas dan jauh,’’ujarnya.
Mengenai motif pembunuhan? Kasat mengaku sampai saat ini motif dari pembunuhan belum ditehui karena menurut saksi-saksi mereka berbicara menggunakan bahasa Nias yang tidak dimengerti oleh saksi lainnya.=MXU
|
|
|