Mayat Berpelukan di Bendungan
Rabu, 09 Juni 2010
 
Pasangan suami istri Amir (50) dan Warsinem (42) yang hilang di Bendungan Cipogas Desa Sialang Jaya, Rohul, akhirnya ditemukan. Saat itu keduanya sudah menjadi mayat dan mengapung di bendungan dengan posisi saling berpelukan.
Kades Sialang Jaya Herman Nasution kepada Pekanbaru MX menyebutkan  mayat kedua korban ditemukan Selasa (8/6) sekitar pukul 06.00 WIB. Sebelumnya, warga dan pihak kepolisian berhasil membuka pintu air bendungan sehingga permukaan bendungan jadi surut.

“Saat air berangsur surut karena pintu bendungan dibuka, ketika itulah warga melihat degan jelas mayat korban mengapung dengan posisi saling berpelukan,” sebut Herman Nasution.

Selanjutnya  jenazah kedua korban  dibawa ke kapung tempat  tinggalnya yakni Dusun Kaiti di DK 4, Kecamatan Tambusai, Rohul. Namun sebelum disemayamkan, pihak kepolisian terlebih dahulu membawa ke rumah sakit guna melakukan visum atas kejadian itu. Dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Kapolres Rohul  AKBP  Adang Suherman melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Ansori saat dikonfirmasi Pekanbaru MX membenarkan telah ditemukanya mayat kedua korban.

“Kita dapat laporan hari Ahad (5/6) dari keluarga korban, selanjutnya bersama warga kita turun ke lokasi untuk melakukan pencarian. Setelah dua hari tepatnya Selasa (8/6) sekitar pukul 06.00 WIB mayatnya baru ditemukan,” kata AKP Ansori.

Seperti diberitakan sebelumnya, anak korban Iwan menuturkan,  biasanya orang tuanya itu (Amir dan isterinya Warsinem) menginap di pondok yang ada di kebun karet tempat mereka menderes. Seminggu sekali baru pulang.

Di kebun tempat mereka hanya ada dua gubuk. Satu gubuk Amir dan satu lagi gubuk milik keluarga mereka.

“Letak kebun karet itu  tepat di hulu bendungan  yang merupakan sumber pengairan sawah Rambah Samo,” sebut Iwan.

Namun pada Ahad sore itu, kedua suami isteri ini memutuskan untuk pulang, karena gubuk mereka kerap diganggu beruang. Setibanya di Dusun Kaiti, rupanya HP milik Amir tinggal di gubuk. Amir dan Warsinem kembali ke gubuk untuk mengambil HP tersebut.

Seorang warga bernama Wahab yang kebetulan sedang memancing di bendungan masih sempat bertanya mengapa sudah magrib begini  korban pulang lagi ke gubuk. Kedua memberitahu kalau HP mereka  tertinggal.

Diduga saat  hendak menyeberang dengan sampan yang berisi karet itulah kedua orang tua ini terjatuh ke bendungan.

“Sejak itulah kedua orang tua kami itu tidak pulang, bahkan saat ditunggu satu malam juga tidak muncul-muncul,” lanjut Iwan.

Curiga telah terjadi sesuatu terhadap orang tuanya, esok hari Iwan bersama warga setempat coba menyusul pasangan suami istri itu. Namun keduanya sudah tidak ditemukan, yang ada hanya sampan berisi karet terapung di bendungan.***

   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >