Pengusaha Tewas Disantet
Selasa, 08 Juni 2010
 
Tak seperti biasanya, suasana di kamar ruang pemulasaran jenazah RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Senin (7/6) terlihat ramai. Ternyata, para warga itu adalah keluarga seorang pengusaha yang diduga tewas kerana di dukun.
Benarkan demikian? Dari raut wajah para keluarga korban itu terlihat masih menyimpan kesedihan, tak satu pun dari mereka yang mau bercerita tentang tewasnya Kamarudin (42), saat ditemui Pekanbaru MX di pelataran ruang pemulasaran jenazah RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Informasi yang diperoleh Pekanbaru MX di lapangan, Korban merupakan warga Jalan Soebrantas, Kandis ini diketahui berprofesi sebagai pengusaha sukses di daerahnya.

Musibah yang menimpa korban bermula saat  ayaha korban pada meninggal seminggu yang lalu di RS Ibnu Sina Pekanbaru. Ketika keluarga korban yang bersepakat mengumpulkan uang untuk biaya perawatan mendiang ayahanda, LG yang tak lain adalah istri korban menolak untuk memberikan sumbangan dengan alasan tidak memiliki uang.

Mendengar alasan LG, pihak keluarga menjadi terheran-heran. Sebab, selain seorang pengusaha, korban juga diketahui mempunyai harta yang banyak. Setelah sekian lama berunding, dengan keadaan agak terpaksa, akhirnya LG mau memberikan sumbangan itu.

Ternyata, dari permasalahan itu lah, konflik antar keluarga semakin melebar. Apalagi diketahui LG yang sudah dikaruniai dua orang anak dari pernikahannya dengan korban, menguasai sebagian harta milik korban dengan tanpa sepengetahuan dari korban.

Ditengah-tengah konflik yang semakin memanas, Sabtu (5/6) tiba-tiba korban jatuh sakit dan pada keesokan harinya atau pada hari Ahad (6/7), korban di bawa oleh LG ke seorang dukun yang tempat praktiknya tak jauh dari rumah korban.

Namun ironisnya, pihak keluarga korban sama sekali tidak dikabarkan oleh LG tentang keadaan korban dan kepergiannya ke tempat praktek dukun tersebut.

Alhasil, masih di hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB. Tiba-tiba korban langsung kritis saat sedang berobat dengan sang dukun. Korban yang kritis langsung dibawa ke RS Santa Yose.

Tapi sayang, saat sedang ditangani oleh pihak medis, korban sudah menghembus nafas terakhirnya dengan keadaan tubuh yang menghitam dan mulut mengeluarkan busa.
Pihak keluarga korban yang mendengar kabar itu langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. Si dukun yang di duga adalah penyebab kematian korban malah hilang entah kemana.
Atas petunjuk dari pihak kepolisian, akhirnya malam itu juga korban di bawa ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk dilakukan outopsi guna mengetahui penyebab kematian korban.
 Kapolsek Mandau AKP Arief Fajar mnyebutkan, sejauh pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari rumah sakit. Karena dari hasil otopsi itulah yang dapat menjadi bukti penyebab kematian korban.
=MXS

   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >