|
Sabtu, 05 Juni 2010 |
|
Sebut saja aku Neni (24), niatku pertama datang datang ke kota P ini hanyalah untuk merubah nasib agar lebih baik, namun justru sebaliknya yang aku alami. Derita, tragedi bahkan serangkaian peristiwa tragis kerap kuterima dari keluarga majikanku, higga akhirnya ku tak kuat dan kabur.
Pembaca yang budiman, cerita ini terjadi dua tahun lalu, ketika itu rumah tangga orang tuaku di kota D sedang broken home. Ayah yang kepergok ibu memiliki wanita simpanan membuat kehidupan keluarga kami jadi kacau, ibu stres berat waktu, itu bahkan nyaris gila. Aku sebagai anak tertua berusaha mencari jalan keluar untuk menyelamatkan nasib adik-adikku.
Berangkat dari itu mulailah aku bekerja serabutan dan akhirnya aku berkenalan dengan seseorang sebut saja namanya Roni (37). Roni itulah yang membawaku hijrah ke kota P. Katanya di kota P dekat dengan Malaysia hingga aku bisa jadi TKW dan bergaji tinggi.
Sayang itu hanya tipuan belaka. Setibanya di kota P aku justru di perkosa di Hotel dan ditinggalkan begitu saja. Aku limbung dan nyaris mau bunuh diri. Tapi dengan bantuan seorang room boy hotel yang merasa prihatin aku akhirnya bisa ditampung di rumahnya.
Dia menyarankan agar aku lapor polisi, tapi aku tak tak mau fotoku terpampang di koran-koran usai melapor ke pihak berwajib, maka akhirnya aku diamkan saja apa yang telah menimpa diriku. Sunggu aku sangat bodoh membiarkan orang yang telah merusak masa depanku berkeliran dialam bebas.
Dalam kebingungan itu aku kenal dengan seorang tu kanbg ojek yang mengaku kenal dengan pengusaha yang sedang membutuhkan seorang pembantu rumah tangga. Pengusaha itu sanggup memberi gaji besar asal aku rajin dan betah bekerja siang dan malam di rumahnya di kawasan utara kota P.
Karena memang sangat membutuhkan, maka tawaran itu pun tidak aku tolak dan semua syarakat aku sanggupi. Tak banyak aturan lain, setelah bertemu majikan yang dimaksud aku pun diterima bekerja sebagai pembantu di rumah pengusaha tersebut.
Awalnya pekerjaan itu amat senang kulakoni. Keluarga pengusaha itu memperlakukan semua pembantu dengan baik hingga akupun jadi betah dibuatnya. Ku pikir ini adalah yang terbaik bagi ku. Aku sangat bersyukur waktu itu.
Tapi ternyata ketenangan yang kurasakan tidak berlangsung lama. Sebab setelah beberapa bulan aku di rumah itu kisah pahit kembali ku alami. Itu lantaran aku harus menjadi pemuas nafsu seks anak majikan yang baru pulang dari Palembang. Parahnya semua itu tidak sanggup aku cegah hingga akhirnya berbuah janin pada rahimku.(bersambung) =mxai
|