|
Mayat Mariunus Nainggolan (40) warga Dusun II Sei Medang, Desa Bukit Kesuma Km 60, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, yang ditemukan terkubur dibelakang rumahnya dengan kondisi membusuk, Jumat (4/6) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, diotopsi di RSUD Selasih, Kabupaten Pelalawan.
Otopsi dipimpin Kabid Dokes RS Bhayangkara Polda Riau AKBP Pramono beserta anggotanya yang disaksikan keluarga Mariunus dikamar mayat RSUD Selasih secara tertutup. Walau dari luar kamar mayat masih terasa bau menyengat, saat otopsi berlangsung. Bahkan terlihat keluarga tak dapat menahan sedih dan air mata terus berlinang, sementara Apritoni Sidabutar yang pertama kali menemukan korban juga matanya terus berkaca-kaca.
‘’Sekarang istrinya masih dalam perjalanan dari Lampung menujur Pangkalan Kerinci. Jadi kemungkinan mayat korban usai diotopsi di kebumikan dimana belum jelas,’’ ujar salah satu keluarganya pada Pekanbaru MX.
Proses otopsi terus berlanjut pihak medis menemukan dibagian tubuh korban yang sudah membusuk ada beberapa luka bekas bacokan senjata tajam, terutama dibagian leher yang nyaris putus. Dengan terliti petugas medis dari RS Bhayangkari Polda Riau melakukan otopsi hingga pukul 12.00 WIB.
Kapolres Pelalawan AKBP Ari Rachman Nafarin SH SIK ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kapolsek Pangkalan Kuras AKP Syofian SH MH didampingi Kanit Reskrim Ipda Rino Handoyo SH, mengaku pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari pihak dokter untuk mengetahui penyeba pastik kematikan korban.
‘’Kita belum dapat memastikan penyebab kematiannya, masih menunggu hasil otopsi. Tapi yang jelas dugan sementara korban tewas dibunuh dan pelakunya yang telah diketahui identitasnya sedang diburu,’’ tegasnya.
Kasus ini sebagaimana telah diwartakan sebelumnya, korban ditemukan, Kamis (3/6) pagi oleh Apritoni Sidabutar didalam gundukan tanah dibelakan rumah korban dengan kondisi sudah membusuk. Menyadari hal itu saksi mata tersebut langsung memberitahukan warga sekitar. Mendapat khabar waarga dan aparat Polsek Pangkalan Kuras dibawa pimpinan Kanit Reskrim Ipda Rino Handoyo langsung turun ke lokasi kejadian.
Menurut keterangan beberapa saksi mata di TKP, korban diduga dibantai oleh keponakannya yang sepekan lalu datang berkujung kerumah pamannya Mariunus. Namun sebelumnya korban sempat ditemukan tewas sepat berceritan dengan tetangga kalau kerap bertengkar dengan keponakannya yang datang dari Siantar, Sumatra Utara tersebut. Selang beberapa hari kemudian tiba-tiba warga digegerkan penemuan mayat petani yang tewas dibantai secara sadis diduga dilakukan ponakannya itu. ***
|
|
|