Rapat paripurna DPRD Pekanbaru dengan agenda pandangan akhir Pemko Pekanbaru atas Perda inisiatif Multiyears, Jumat (4/6) ternodai perilaku memalukan wakil rakyat. Adalah anggota Komisi I Yose Saputra yang memicu kericuhan. Ia yang baru masuk ke ruang rapat mendadak menyiram kepala rekannya, Sekretaris Komisi I Kamaruzaman dengan air mineral.
Yose Saputra seperti sama sekali tak menghargai lembaga tempatnya bernaung, bahkan sama sekali tak menghargai kehadiran Walikota Herman Abdullah, Wakil Walikota Pekanbaru Erizal Muluk, Ketua DPRD Pekanbaru Desmiyanto, Kapoltabes Pekanbaru AKBP Mujiono dan segenap rekan sejawatnya, sesama wakil rakyat dan undangan yang hadir.
Setelah menyiram kepala Kamaruzaman dengan air mineral yang ditumpahkan dari botol, Yose bahkan sempat mengangkat kursi yang akan dilemparkan ke Kamaruzaman. Beruntung beberapa anggota dewan lainnya sempat mencegah. Kericuhan yang terjadi saat Desmiyanto pidato tersebut sudah tentu membuat paripurna terhenti seketika.
Kamaruzaman sempat terpicu emosinya, untung politis asal Partai Demokrat tersebut bisa ditenangkan rekan-rekannya. Karena tak terima, Kamaruzaman akan melaporkan politisi asal Partai Golkar ke polisi.
“Saya sudah laporkan resmi ke Potabes. Saya minta diproses secara hukum secepatnya,” ujar Kamaruzaman pada wartawan. Ketika ditanya, apakah selama ini ia merasa punya masalah dengan Yose? Kamaruzaman dengan tegas mengatakan ia tidak pernah ada konflik dengan rekanya itu. “Saya tak pernah punya masalah sama dia. Sebagai sekretaris komisi, saya sudah menjalankan fungsi sebagaimana prosedur. Saya tak tahu, dia (Yose.red) menyebut saya tukang fitnah. Masalah apa yang saya fitnahkan?” katanya balik bertanya.
Dipanggil BK
Sementara itu Ketua Badan Kehormatan (BK) Said Usman Abdullah berencana akan mempertemukan antara Kamaruzaman dengan Yose Saputra terkait kericuhan yang terjadi pada Rapat Paripurna DPRD Pekanbaru, Jumat (4/6) pagi di Aula Payung Sekaki DPRD Pekanbaru.
Menurut Said Usman Abdullah perselisihan yang terjadi di Komisi I itu selayaknya tidak terjadi dan bisa diselesaikan secara internal. Apa lagi akibat ulahnya itu Rapat Paripurna DPRD yang dihadiri oleh Walikota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah dan pejabat lainya jadi terganggu.
“Saya telah meminta penjelasan Kamaruzaman bahwa dia tidak tahu mengapa dia disiram. Sedangkan Yose saya belum bisa menemuinya untuk meminta penjelasan karena dia langsung meninggalkan ruangan rapat,’’ ungkap Said Usman. =MXT/*1
|
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|