|
Sakit hati terhadap istri ternyata mampu membuat Kamaludin (39) berlaku biadap. Pria yang sudah kalap mata ini menyuruh orang untuk menghabisi istrinya bernama Sutiana (35). Peristiwa ini sempat membuat geger warga Desa Mekar Jaya, Tambusai Utara, Rokan Hulu (Rohul) tempat pasangan suami istri ini menetap.
Berdasarkan data yang diperoleh Pekanbaru MX Mapolda Riau menyebutkan, peristiwa pembunuhan itu terjadi hanya gara-gara cemburu yang berujung sakit hati Kamaludin terhadap istrinya sendiri. Kemudian Kamaludin menyewa pembunuh bayaran sebesar Rp15 juta untuk menghabisi nyawa istrinya.
Direktur Reserse Kriminal (Dir Reskrim) Polda Riau Kombes Pol Drs Alexander Mandalika ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kasat I AKBP Auliansyah Lubis SIk didampingi Kanit Jatanras AKP Wawan SH MH mengatakan, pembunuhan keji itu terjadi pada bulan Juli 2009 lalu, sekitar pukul 02.30 WIB di rumah korban sendiri Desa Mekar Jaya, Tambusai Utara, Rohul.
Sebelum terjadinya pembunuhan itu Kamaludin bertemu dengan pelaku yang berinisial RL (DPO). Ketika itu Kamaludin menceritakan apa yang telah terjadi terhadap rumah tangganya kepada RL. Kemudian RL dengan spontan mengatakan, bunuh saja. Namun Kamaludin menjawab dia tidak berani.
Lalu RL menawar diri, kalau dirinya berani membunuh asal dibayar satu nyawa sebesar Rp15 juta. Mendengar tawaran sipembunuh bayaran itu, Kamaludin dengan tidak berpikir panjang langsung menyetujuinya.
Kemudian mereka pun menyusul rencana. Lalu RL menjemput temannya berinisial MT (DPO). Pada malam kejadian itu sekitar pukul 02.30 WIB kedua pembunuh bayaran inipun datang ke rumah korban. Baru satu kali ketok pintu, Kamaludin bangun dan membuka pintu rumahnya.
Tanpa ada pembicaraan lagi, kedua pelaku ini langsung beraksi. Dengan menggunakan tali, leher Ibu Rumah Tangga (IRT) ini jerat dan diikat sekuat tenaga. Hanya butuh waktu beberapa menit korban langsung tewas.
Setelah itu, kedua pelaku ini membawa korban ke Sungai Ngapangga Rohir untuk dibuang. Sekitar pukul 06.30 WIB, seorang warga yang lagi melintas di pinggir sungai itu melihat ada mayat terapung. Karena takut, warga tersebut memberi tahu kepada warga lainnya.
Pada awal penemuan itu tidak ada yang mengenal dengan pasti wajah mayat itu. Karena tidak ada pihak keluarga, polisian langsung memakamkan jasad wanita malang ini. Namun beberapa hari kemudian keluarga korban heran dengan tidak nampaknya korban selama beberapa hari. Hal ini menjadi tanda tanya bagi keluarga.
Pada sesuatu hari, adik korban datang menanyakan kakaknya kepada Kamaludin. Ketika itu Kamaludin dengan gampang mengatakan, kalau Sutiana sudah pergi ke Batam dengan pria lain. Dan Kamaludin juga memperlihat isi SMS kepada adik korban yang berbunyi kalau korban telah pergi bersama Bang Alex. Padahal SMS itu sengaja dibuat oleh Kamaludin sendiri untuk mengebui adik korban.
Usai membaca SMS itu adik korban sempat kaget. Antara percaya atau tidak, adik korban langsung pulang dan menceritakan kepada keluarga lainnya. Namun akhirnya, sepandai-pandai tupai melompat pasti satu kali jatuh juga. Kata pepatah ini cocok diberikan kepada Kamaludin.
Sekitar tiga bulan setelah pembunuhan, pihak keluarga korban mendapat kabar kalau di Rohil ada penemuan mayat seorang wanita. Merasa curiga, pihak keluarga termasuk Kamaludin datang melihat. Ternyata ciri-ciri yang ada di photo bahwa benar, yang mana mayat wanita itu jelas Sutiana.
Tanpa menunggun lama-lama kasus pembunuhan langsung dilaporkan ke pihak Polsek Pujud, karena Polsek baru makanya kasus ini dilimpahkan ke Polres Rohul. Usut punya usut ternyata terbuka pula. Berdasarkan nomor SMS tersebut, akhirnya petugas berhasil meringkus tersangka Jamaludin pada bulan Januari 2010.
Setelah beberapa bulan di Polres Rohul, akhirnya melimpahkan lagi kasus ini ke Polda Riau untuk melakukan penyidikan. ‘’Sekarang tersangkanya sudah kita kirim lagi ke Kejaksaan Negeri Rohul untuk dilakukan proses lanjutannya. Pasal yang kita jerat yaitu Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup,’’ujar AKP Wawan SH MH.*** |
|
|