Minta Cerai, Dapat Pukulan
Kamis, 06 Mei 2010
 
Haris (38) warga Jalan Paus, Marpoyan Damai akhirnya harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di dalam sel Mapoltabes Pekanbaru.   Pria beranak dua ini ditangkap petugas karena dilaporkan istrinya Fitri (34), Selasa (4/5) dalam kasus penganiayaan. Kasus ini dipicu ditemukannya surat nikah terlapor dengan wanita lain.
Informasi yang berhasil dirangkum Pekanbaru MX di Poltabes Pekanbaru menyebutkan, penangkapan terhadap makelar mobil bekas tersebut dilakukan petugas setelah melakukan penyelidikan terhadap kasus yang dilaporkan istri tersangka.

Kapoltabes Pekanbaru AKBP Drs Mujiyono SH MHum ketika di konfirmasi Pekanbaru MX melalui Kasat Reskrim Kompol Jon Wesly Arianto SIk mengatakan, kini Haris sudah dijebloskan ke dalam sel untuk mempertanggungjawab perbuatannya.

‘’Iya tersangka sudah kita tangkap. Sekarang masih menjalani pemeriksaan intensif. Dari hasil pemeriksaan kita sementara, tersangka ini mengaku menyesal telah memukuli istrinya itu. Namun apa yang dikatakan tersangka ini tidak guna lagi, karena istri sudah tidak tahan lagi dipukuli tersangka,’’ ujar Kasat Reskrim.

Perlu juga diketahui, penganiayaan itu dilakukan tersangka karena masalah uang arisan milik korban yang diambil tersangka. Hanya gara-gara uang arisan itu wajah istrinya memar-memar dipukuli tersangka.

Seperti berita sebelumnya, dalam laporan ibu beranak dua ini, kasus penganiayaan itu bukan hanya sekali terjadi. Malah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu sudah menjadi bahan pokok bagi keluarga Fitri dan Haris.

Penganiayaan terakhirnya dilakukan Haris yang bekerja sebagai makelar mobil bekas ini, Selasa (4/5) sekitar pukul 23.00 WIB di rumahnya terkait masalah tuduhan perselingkuhan Haris dengan wanita lain oleh istrinya.

Peristiwa memalukan itu dilakukan terlapor, ketika Haris baru saja pulang kerja sebagai makelar mobil bekas. Pada saat itu Haris melihat istrinya sedang menangis, karena penasaran dengan kondisi istrinya, Haris langsung bertanya.

Ditanya suaminya, Fitri dengan wajah emosi langsung memperlihatkan selembar surat nikah suaminya dengan wanita lain. Kemudian korban yang sudah tak tahan lagi dengan perilaku suaminya, langsung meminta kepada suaminya untuk bercerai. Namun apa yang didapat korban, bukan jawaban yang didapatkan, melainkan pukulan yang bertubi-tubi kewajahnya. Akibat wajah korban mengalami luka memar.***
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >