 Bentrok antara dua kubu Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Rokanhilir di daerah perbatasan, Kamis (29/4) mengakibatkan seorang tewas dan 11 orang luka-luka. Bentrok yang sempat merenggut korban jiwa tersebut diduga akibat dualisme kepemimpinan SPSI Rohil.
Data yang berhasil dirangkum Mapolsek Bagansinembah dan Puskesmas Baganbatu, Kamis (29/4) menyebutkan, bentrokan tersebut mengakibatkan korban tewas Joni Tampubolon, warga Jalan Lancang Kuning Baganbatu tewas bersimbah darah akibat mengalami luka-luka di bagian kepala belakangnya.
Sedangkan dari 11 warga yang mengalami luka-luka tersebut 3 diantaranya mengalami luka parah, yakni Robert Simatupang (38) warga Sukatani tepatnya belakang Bank Mandiri Baganbatu dan Pantun Siagian (35), warga Jalan Perjuangan Baganbatu, Kecamatan Bagansinembah, serta Partolongan Tampubolon (42), warga jalan Lancang Kuning, Baganbatu, Kecamatan Bagansinembah.
Aksi premanisme yang terjadi, Kamis (29/4) sekitar pukul 07.50 WIB itu diduga kuat bermula dengan adanya dualisme kepemimpinan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di Kabupaten Rokanhilir.
Ceritanya, pagi itu pada saat korban bersama dengan teman-teman lainnya tengah berjaga di dalam kantor SPSI kubu H Muhammad Hendra Gunawan yang terletak di Simpang Pirlokal I Baganbatu, Kecamatan Bagansinembah, mendapatkan serangan mendadak dari pihak kubu H Fuad Ahmad.
Padahal, saat itu yang berjaga-jaga di kantor SPSI tersebut hanya berjumlah sekitar 20 an orang. Sementara massa dari kubu H Fuad Ahmad berjumlah sekitar 100 orang. Massa yang juga telah dilengkapi dengan persenjataan berupa senjata tajam seperti tombak, tojok sawit, parang panjang, serta pisau tersebut langsung menyerbu kantor sekaligus melakukan pengrusakan terhadap isi kantor FSTI KSPSI tersebut.
Dalam kesempatan itu, sehingga bentrokan tersebut pun tidak terelakkan lagi hingga akhirnya seratusan massa itupun langsung melakukan penganiayaan terhadap 20 orang dengan menggunakan senjata tajam.
Mendapatkan serangan tersebut, para penjaga kantor itu pun langsung keluar untuk menyelamatkan diri dari amukan ratusan massa tersebut. Namun malang bagi korban Joni Tampubolo, Pantun Siagian serta Robert Situmorang.
Ketiga korban yang memang sudah terkepung oleh massa itu walaupun tanpa memegang senjata terpaksa melakukan perlawanan. Hingga akhirnya ketiga korban mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.
Akibat luka yang dialami oleh Joni Tampubolon tersebut terlihat sangat parah, terutama di bagian kepala sebelah belakang tersebut, sehingga korban tewas di tempat kejadian. Sementara dua orang rekannya, yakni masing-masing Robert Simatupang yang mengalami luka-luka dibagian kepala dan tangannyamengalami kritis. Sedangkan Pantun Siagian yang juga kritis akibat menderita luka di bagian kepala dan rahangnya langsung dirujuk ke RSUD Rantau Prapat.
Atas insiden tersebut Kapolres Rokanhilir, AKBP Drs Bambang Sudarmaji SIK, Kabag Ops Kompol Haldun, Kabag Bina Mintra, Kompol Bainar, Kasat Intelkam, AKP P Samosir, Kasat Reskrim, AKP Arif Hadayat Ritonga langsung turun ke lokasi kejadian.
Menyikapi insiden tersebut, Kapolres Rokanhilir, AKBP Drs Bambang Sudarmaji SIK yang didampingi Kapolsek Bagansinembah, AKP Soekilat SP ketika ditemui wartawan mengungkapkan, sampai sejauh ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut.
‘’Sejauh ini kita masih mendalami kasus insiden tersebut dengan mengambil keterangan dari para saksi korban, dan sebelumnya kita juga telah mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis pengaman,’’ jelasnya kemarin.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengimbau kepada kedua belah pihak agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu Kamtibmas. ‘’Kita mengimbau kepada semua pihak, terutama kepada kedua belah kubu agar sama-sama menjaga situasi dan jangan berbuat anarkis yang dapat mengganggu Kamtibmas di daerah kita ini tentunya,’’ imbau Kapolres.
Ditanggung Pemerintah Bentrokan SPSI yang terjadi Kamis (29/4) sekitar pukul 07.50 WIB, itu langsung mendapatkan atensi dari pihak pemerintah. Atensi ini dibuktikan dengan ditanggungjawabinya seluruh biaya perobatan yang dikenakan kepada seluruh korban bentrokan yang mengalami luka-luka tersebut akan ditanggung oleh pihak pemerintah.
Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Camat Bagansinembah, Suwandi Ssos yang ditemui Dumai Pos di Puskesmas Baganbatu kemarin. ‘’Untuk korban yang mengalmi luka-luka kita dari pemerintah akan menanggung semua biaya perobatan yang dikenakan atas mereka,’’ katanya.
Selain itu, lanjutnya lagi pihak pemerintah juga akan membantu korban tewas. ‘’Selain korban yang luka-luka, kita juga akan memberikan bantuan kepada keluarga Joni Tampubolon yang tewas dalam insiden bentrokan tersebut,’’ terangnya kembali.
Mantan camat Kubu ini pun mengungkapkan, bahwa insiden tersebut telah dilaporkan ke Pemkab Rokanhilir. ‘’Kejadian yang baru saja terjadi tadi pagi (kemarin, red) juga sudah kita laporkan kepada bapak Bupati. Dan untuk itu, kita akan melaksanakan rapat dengan kedua belah pihak,’’ tegas Suwandi lagi.
Dimana, lanjutnya lagi rapat tersebut akan membahas agenda untuk mengambil langkah-langkah antisipasi. Selain itu rapat itu juga kita maksudkan untuk mendengarkan langsung keterangan dari kedua belah pihak. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Hal senada juga turut diungkapkan anggota DPRD Rokanhilir, Muhammad Rajin Ginting. ‘’Kita atas nama Pemerintah Kabupaten Rokanhilir umumnya dan Kecamatan Bagansinembah khususnya akan menanggung semua biaya perobatan para korban,’’ jelasnya. *** |
|
|
generasi ku..
Oleh: ismail_Oi () Pada : 28-06-2010