|
Usia boleh dibilang masih seumur jagung. Namun perbuatannya sudah melebihi dari orang dewasa. Seperti dilakoni AI (14) salah seorang pelajar SMP di Kota Pekanbaru ini. Anak baru gede (ABG) ‘degil’ ini terlibat kasus pemerasan terhadap sejumlah temannya. Akibatnya, AI dilaporkan para korbannya ke polisi.
Alhasil, ABG yang tinggal di Jalan Kakap II ini harus berurusan dengan aparat kepolisian karena nekat melakukan pemerasan terhadap sejumlah temannya. Oleh korbannya, pelaku AI dilaporkan ke Poltabes Pekanbaru.
Informasi yang dirangkum Pekanbaru MX di Kepolisian, kasus pemerasan itu dilakukan AI ini dengan cara meminta uang kepada sejumlah temannya sebesar Rp2000 ribu perminggu. Kalau tidak ada yang memberikannya akan ada tindakan dari pelaku sendiri.
Dari beberapa korban yang diperas pelaku, salah satu bernama Rianji Maulana (15) warga Jalan Mahroni, Gang Mahroni, Pekanbaru yang merupakan teman pelaku sendiri. Korban Rianji Maulana di peras korban, Senin (15/3) sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Gelugur Tangkerang, Bukitraya.
Aksi pemerasaan itu berawal ketika korban baru pulang sekolah. Tiba-tiba korban disegap pelaku. Kepada korban AI meminta uang sebesar Rp2000 ribu. Karena takut kepada pelaku dengan terpaksa ia menyerahkan uang yang diminta pelaku itu.
Ternyata aksi ini berulang hampir setiap minggu. Selain korban Rianji Maulana juga masih ada beberapa lagi korban lainnya. Karena tak tahan lagi diperas terus-terusan oleh pelaku, akhirnya kasus ini dilaporkan korban ke orang tuanya.
Mendengar pengakuan anaknya menjadi korban pemerasan teman sekolahnya, orang tua korban tak terima. Tak tanggung-tanggung dengan serius dan bermaksud memberikan pelajaran kepada oknum pelajar nakal ini, anak beranak ini langsung mendatangi pihak Kepolisian untuk melaporkan kasus pemerasan tersebut.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Drs Zulkifli MH ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX membenarkan adanya kejadian itu, dan kini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
‘’Laporannya sudah kami terima, Kamis (29/4). Dalam korban ternyata kasus pemerasan ini sudah lama dilakukan pelaku. Mulanya korban hanya diam saja, karena tidak tahan lagi diperas akhirnya dilaporkan ke polisi. Ini sangat disayangkan, karena pelaku seorang pelajar SMP. Gimana nanti kalau sudah besar, masih berumur 14 tahun saja sudah berani memeras,’’kata Kabid Humas.***
|
|
|