|
BAGANBATU— Tak terbayang oleh Hendri (9) warga Bangko Pusako bakal mendapat musibah. Dengan tenaga sekuatnya, bocah pemberani ini bergumul dengan buaya. Beruntung, Hendri dengat perjuangan berat ia berhasil lolos dari terkaman buaya ganas.
Naas, paha kirinya robek digigit buaya ganas. Setelah dilarikan ke Puskesmas terdekat, tim medis mencoba memberikan pertolongan dan menjahit paha bocah malang ini sebanyak 12 jahitan.
Informasi yang berhasil dirangkum, bahwa peristiwa yang sempat menggegerkan warga sekitar itu terjadi, Kamis (11/3) sekitar pukul 17.00 WIB. Kendati berhasil lolos dari ancaman buaya ganas, namun korban sempat mengalami luka-luka robek yang diduga akibat terkena gigitan buaya di bagian paha kiri.
Peristiwa tersebut terjadi bermula ketika korban bersama-sama dengan ibunya hendak mandi di sekitaran tangkahan di tepian alur Sungai Rokan yang mengalir di Kecamatan Bangko Pusako. Pada hari yang sama, kondisi air di aliran sungai terbesar di Rokan Hilir tersebut tengah pasang.
Seperti warga masyarakat biasanya, korban bersama dengan ibunya berangkat dari rumah menuju tangkahan yang biasa dijadikan sebagai tempat mandi. Setibanya di sekitar lokasi, korban pun langsung bermain di tepian sungai, sementara itu ibunya sibuk dengan kegiatannya.
Pada awalnya, situasi masih berjalan normal dan tidak terjadi apa-apa. Namun, ditengah asyiknya korban bermain itu, tiba-tiba kaki korban disambar seekor buaya yang berukuran besar. Kendati demikian, korban tetap berusaha untuk melakukan perlawanan dan melepaskan diri dari sergapan sang penjaga sungai.
Hal ini terbukti dengan sempat terjadinya pergumulan hebat antara buaya dengan korban. Dan hingga pada saat yang tepat, korban akhirnya berhasil meloloskan diri dari cengkeraman sang buaya. Selanjutnya, korban langsung berenang menuju tepi sungai dan langsung naik ke darat.
Setibanya didarat itulah, kemudian korban baru memberitahukan peristiwa yang baru dialaminya tersebut kepada ibunya. Bagai petir disiang hari, begitulan perasaan yang melanda sang ibu ketika melihat kondisi korban yang sudah basah kuyup serta kondisi kaki sebelah kirinya yang telah berlumuran darah.
Warga masyarakat yang mengetahui kabar tersebut pun langsung berbondong-bondong melihat korban dan ibunya yang masih tetap terkapar di sekitaran tepian Sungai Rokan. =RPG
|
|
|