|
Awas! pelaku hipnotis gentayangan. Dua pelaku beraksi dengan cara modus baru. Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Gubernur bernama Drs Ernawati (50) warga Jalan Kamboja, Tampan ‘dikerjain’.
Akibat kejadian itu perhiasan emas korban berupa gelang dan kalung lesap dibawa kabur pelaku. Yang lebih parah lagi, perhiasan emas seharga Rp200 juta itu ditukar dengan satu buah jam tangan.
Informasi yang dirangkum Pekanbaru MX di Kepolisian, kejadian itu mulanya terjadi, Senin (8/3) sekitar pukul 17.45 WIB di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru. Awalnya korban bertemu dengan pelaku ketika korban baru keluar dari Kantor Gubernur, tepatnya di Jalan Cut Nyak Dien.
Korban Ernawati dicegat pelaku yang mengendarai mobil Toyota Kijang Innova warna hitam. Pada saat itu, kedua pelaku meminta tolong kepada korban untuk mengantar mereka ke mall tempat menjual barang-barang elektronik.
Ingin menambah pahala, korban tak curiga akan akal bulus pelaku dan langsung saja mengikuti permintaan pelaku. Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya korban berhasil dibujuk pelaku untuk naik ke dalam mobil Kijang Innova.
Setelah itu, mereka langsung menuju ke Bank BNI Jalan Sudirman untuk mencairkan uang buat beli barang-barang elektronik. Karena situasi antri, pelaku membawa korban ke Jalan Tegal Sari, Rumbai Pesisir.
Disanalah korban ‘dikerjai’ pelaku. Mulai dari kalung hingga gelang korban pun disikatnya. Anehnya, setelah harta korban dikuras, pelaku memberikan satu buah jam tangan warna kuning kepada korban. Setelah itu pelaku langsung pergi, dan korban ditinggal begitu saja.
Tidak lama setelah itu, korban mulai teringat apa yang telah diberikan kepada kedua orang pria itu. Tanpa menunggu lama-lama korban langsung melaporkan kasus hipnotis tersebut ke pihak Kepolisian jajaran Poltabes Pekanbaru.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Drs Zulkifli MH ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX membenarkan adanya kejadian itu. Dan kini petugas Reskrim sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku hipnotis. ‘’Laporan korban sudah kami terima. Sekarang petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut lagi,’’kata Kabid Humas.***
|
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|