Bocah Dibunuh Ibu Tiri
Kamis, 11 Maret 2010
 
IBUKOTA lebih kejam dari ibu tiri ternyata tidak terbukti di di Pekanbaru. Ibu tiri di Pekanbaru ternyata lebih kejam dibandingkan ibukota. Seorang anak  tewas  diduga akibat kekejaman ibu tirinya bernama Dormin Hite.
Bocah yang bernama Andre Joshua Simanjuntak alias Jose (5) selama ini tinggal bersama ibu tirinya bernama Dormin Hite (32) di sebuah rumah sederhana Jalan Gunung Sipiso, tak jauh dari Pesantren Ujung Kulim, RT 01/ RW 17, Kelurahan Kulim, Tenayan Raya. Rabu (10/3) sekitar pukul 1.00 WIB.

Seperti yang dikatakan ketua RT 01 pak Polden (59) yang juga tetangga korban, sejak bulan Oktober tahun 2009 silam, korban dititipkan di rumah ibu tirinya alias rumah istri pertama bapak korban. Awalnya tidak terjadi apa-apa. Namun selang beberapa minggu, barulah tampak kejanggalan di tubuh korban.

Badannya sering terlihat membiru dan tak jarang jika setiap malam terdengar suara jerit tangis korban yang seperti menahan rasa sakit akibat dipukuli. Korban menjadi sasaran kemarahan pelaku diduga karena stres. Sebab sejak beberapa bulan lalu lalu sang suami bernama Ushor Simanjuntak di penjara dalam kasus perampokan.

Selaku ketua RT dirinya sempat menegur ibu tirinya agar tidak melakukan kekerasan terhadap korban, namun sang ibu tiri tidak pernah mengaku kalau dirinya selalu memukuli korban.

Awal bulan Februari lalu, korban sempat diasuh oleh Pak Polten (ketua RT), karena sang ibu tirinya pulang ke kampung halamannya  di Kota Desanggul Sumatera Utara (Sumut), dari situ terlihat beberapa luka seperti bekas penganiayaan.

Sepuluh hari kemudian setelah sang ibu tirinya pulang, korban dimintai untuk pulang. Sejak itu kondisi fisik korban semakin menurun. Tubuhnya kurus drastis dan bekas luka semakin banyak membekas di sekujur tubuh mungil bocah malang itu.

Bahkan beberapa warga yang tidak tahan melihat kondisi korban, sempat mendatangi pak Polden agar mengambil tindakan kepada si ibu tiri agar tidak melakukan hal-hal yang kasar terhadap korban lagi.

Setelah didatangi, Ibu empat anak itu tetap membantah, dan mengaku jika bekas luka yang ada ditubuh korban itu adalah bekas sakit cacar.

Waktu pun berselang, di saat korban hendak memasuki usianya kelima yang akan jatuh pada Kamis (11/3) besok. Kejadian memilukan terjadi. Rabu (10/3) Korban ditemukan tewas dengan mulut berbusa dan badan dipenuhi bekas luka pukul.

Warga yang tidak senang langsung menghubungi pihak kepolisian untuk melakukan pengusutan kematian korban yang disinyalir warga akibat terus menerus di hajar oleh ibu tirinya.

Kapolsekta Tenayan Raya AKP Effendi S melalui Kanit Reskrim Ipda Suprianto ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX mengatakan, untuk setakat ini pihaknya belum bisa menentukan apa penyebab kematian korban karena masih menunggu hasil visum dari dokter.

Namun, pihaknya telah mengamankan ibu tiri korban untuk dimintai keterangannya terkait kematian korban yang dinilai warga tidak wajar.

Penuturan Ibu Kandung Korban
Nurhayati (27) tidak dapat menahan kesedihannya ketika melihat anak semata wayangnya Andre Joshua Simajuntak (5), tewas dengan kondisi menyedihkan. Di kepala bocah malang ini terdapat bekas membiru seperti tersentuh benda keras. Begitu juga di punggung ada jejas seperti bekas pukulan dan hidung mengeluaran busa.

Menurut Nurhayati, anaknya itu sudah lima bulan tinggal bersama Dormin Hite (istri tua suaminya), yang diduga sebagai pelaku. “Saya sendiri tinggal di KM 16 Duri. Karena tiap  hari sibuk jualan, akhirnya suami saya Gusor Simajuntak beriinisiatif membawa korban untuk tinggal bersama istri tuanya,”ujar Nurhayati.

Di Pekanbaru, Dormin Hite  tinggal Jalan Gunung Sipiso, tak jauh dari Pesantren Ujung Kulim, RT 01/ RW 17, Kelurahan Kulim, Tenayan Raya.  . Disanalah Andre anaknya ikut tinggal. “Saya tidak tahu kalau anak saya sudah meninggal, awalnya saya dikabari oleh istri tua suaminya itu, bahwa anaknya sedang sakit cacar.”ujar Nurhayati yang ingin datang ke Pekanbaru sekaligus hendak merayakan ulang tahun anaknya.

Namun belum lagi ia berangkat ke Pekanbaru, menyusul kabar baru. Dimana dikatakan anaknya itu sudah meninggal dunia. Tentu saja kabar itu membuat ibu muda ini kaget. Dengan bergegas ia lalu pergi ke Pekanbaru. ‘’Kabar meninggalnya Andre saya terima sekitar pukul pukul 01.00 WIB tadi malam,’’ kata ibu korban yang meneteskan air matanya.

Menurut petugas instalasi kamar mayat RSUD Arifin Achmad, dr Ankop P Sibarani mengatakan, ada dugaan tewasnya bocah malang itu secara tidak wajar. Hal itu diketahui adanya pembengkakan  di kepala korban, seperti bekas terkena benda keras serta  ada jejas yang di punggung.

‘’Di kepalanya bengkak, di punggungnya ada jejas seperti dipukul dengan menggunakan benda kecil seperti lidi dan hidungnya berbusa,’’ kata dr Agkop setelah jenazah Andre Josua Simajuntak diotopsi. =MG10



   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >