|
Nasib yang dialami Bunga (38)-bukan nama sebenarnya-sungguh memilukan. Wanita peyandang cacat tuna wicara yang tinggal di Jalan Pekan Arba, Tembilahan, ini diduga menjadi korban perkosaan dan kini melahirkan anak tanpa seorang bapak.
Akibat nasib malang yang dialami oleh kakak kandungnya, akhirnya Ningsih (29) adik kandung korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Indragiri Hilir pada, Jumat (5/2), sebab pelapor menduga kakaknya merupakan korban pencabulan.
Sesuai dengan keterangan yang disampaikan pelapor ke Mapolres Indragiri Hilir, sekitar pada April 2009, saat itu korban dibawa seorang laki-laki yang diduga bernama AM. Kemudian berdasarkan keterangan saksi pelaku menarik paksa korban untuk dibawa masuk ke dalam gudang padi Jalan Karya Petani, Pekan Arba, Tembilahan.
Setibanya di dalam gudang pelaku menyuruh korban untuk memegang alat kemaluan pelaku. Setelah beberapa menit kemudian pelaku menyuruh korban untuk berbaring dan melucuti pakaian yang sedang dikenaka korban, lalu korban melakukan hubungan intim layaknya suami istri.
Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban, lalu pelaku menyuruh korban untuk kembali pulang ke rumah dan memberikan uang sebesar Rp50.000. Selang beberapa hari kemudian, pada saat korban melintas pada tempat yang sama pelaku memangil korban untuk melakukan hubungan intim seperti yang dialami sebelumnya.
Akibat perbuatan itu hingga akhirnya korban hamil dan saat ini sudah melahirkan seorang anak tanpa bapak. Melihat kejadian itu lalu adik kandung korban melapor ke polisi untuk minta tanggung jawab pelaku atas perbuatannya.
Kapolres Inhil AKBP Achmad Kartiko melalui Pahumas Kompol Dasril Vitho SH kepada Pekanbaru MX membenarkan laporan dugaan pencabulan yang dialami Bunga. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyidikan atas keterangan saksi atas perbuatan yang dilakukan pelaku. ***
|
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|
korban pencabulan lahirkan anak
Oleh: sandy () Pada : 14-03-2010