Aku Pria Lugu
Selasa, 09 Maret 2010
Pembaca setia Pekanbaru MX, Xstory kali ini adalah merupakan kiriman dari seorang pria yang masih kuliah. Karena terbentur cinta, penulis tidak mau disebutkan namanya. Redaksi akan memuat cerita ini apa adanya tanpa mengubah  makna maupun isinya. Berikut penuturanya yang dikirim melalui surat.
Setiap manusia mempunyai pola pikir yang berbeda-beda dan mempunyai karakter yang berbeda juga, walau rambut sama hitam namun cara berfikir akan berbeda. Tak kubayangkan hal ini yang membuat aku bingung dan kacau.

Padahal sejak pertama memasuki SMP-SMU aku tak pernah mengenal apa itu pacaran, dan apa itu cinta, kasih sayang seorang wanita. Walaupun aku mempunyai wajah yang tampan dan rambut yang bergelombang seakan membuat wanita curi-curi pandang kepadaku.

Tapi aku, sekali lagi kukatakan bahwa aku memang tak mengerti apa itu cinta. Namun sewaktu aku menginjak di bangku perkuliahan, aku merasa hidup ini harus berfikir dewasa.

Selain rajin belajar agar kelak orang tua bisa melihat aku jadi sarjana, namun rasa hidup yang kulalui saat ini seakan tak mengerti apa hidup itu yang sebenarnya.

Kadang kala hal-hal yang semacam pacaran dan bercinta, sedikitpun tak ku pikirkan dahulu, tetapi hanya belajarlah yang aku janjikan kepada orang tuaku yang hanya hidup sebatang kara di sebuah perkampungan.

Untuk itu aku bertekat untuk meluluskan sarjanaku yang lebih kurang 2 tahun lagi, itulah sebabnya setiap kali teman-teman ku mengajak untuk keluar aku selalu mengelaknya. Bahkan teman ku sendiri sampai marah kepadaku yang tak pernah bergabung dengan cewek-cewek atau teman kampus.

Suatu hari aku dikenalkan pada seorang wanita yang dibawa bersama teman-teman ku ke tempat kos. Sejenak itu  entah mengapa perasaan hasrat hati yang semula ku kunci tiba-tiba muncul rasa bergetar di hati.

Dengan wajah yang cemas aku ulurkan tanganku pada wanita yang baru ke kenal itu, wanita itu bernama Titin. Titin yang masih duduk di bangku SMK itu tergolong wanita yang cepet gaul bahkan bukan hanya itu dia juga wanita yang paling cantik yang tak pernah ku lihat.

Aku mengartikan laki-laki mana yang nggak suka sama Titin, karena bukan hanya cantik dalam segi jasmani ia sangat lincah apa lagi dalam bercinta. Sejak dia memandang ku dan tersenyum manja kepadaku hati dan perasaan ini tergoyahkan.

Bahkan dia juga tak bosan untuk mendekatiku, aku yang duduk dan lugu itu serasa apakah ini cintaku yang pertama,..tapi ah.. ga mungkin, dia menyukaiku.

Semenjak kenalan itulah aku jadi semakin percaya diri karena aku tergolong lelaki yang gak pernah ke luar rumah apalagi sampai larut malam. Terus terang selama hidup aku belum pernah pacaran mungkin benar aku tak pernah ke luar rumah kecuali pergi kuliah dan belajar di rumah teman.

 
< Sebelum   Berikut >