Buruh Tewas di Tempat Kerja
Selasa, 09 Maret 2010
 
Darto (60) kaget bukan kepalang. Pria tingal di Jalan Kemiri Bawah, Sukajadi ini kaget ketika melihat Akiat (57), tukang bangunan yang bekerja di rumah tetangganya, tewas dengan kondisi mengenaskan. Disamping korban ditemukan cairan bekas muntah. Besar dugaan korban yang tinggal di Jalan Nelayan, Kelurahan Sri Meranti, Rumbai mengalami sakit sebelum ajal menjemputnya.
Kapolsekta Sukajadi AKP Agus Setiawan SE yang didampingi Kanit Reskrim Iptu Ridwanto ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX Senin (8/3) membenarkan adanya penemuan mayat itu. “Saksi waktu itu curiga kenapa lampu rumah tepat korban kerja tidak dimatikan, padahal malam itu korban tidur di rumah itu sendirian,”ujar Kapolsek.

Dijelaskan, rumah yang sedang di rehap korban adalah milik Jeremi, yang posisinya persis bersebelahan dengan rumah Darto. Ketika itu Senin (8/3) sekitar pukul 06.30 WIB, Darto curiga melihat lampu yang masih hidup, lalu saksi datang rumah Jerami. Saat itulah Darto melihat bapak enam orang anak ini dalam keadaan tertelungkup dan sekitarnya ada cairan mutah.

‘’Darto yang penasatan kemudian melihat mencoba memeriksa dengan membalikkan badan korban, ternyata dia sudah tidak bernyawa lagi,’’ kata AKP Agus Setiawan SE ketika mengantar jenazah Akiat ke kamar mayat RSUD Arifin Achmad untuk diotopsi.

Panik dengan melihat hal itu, Darto langsung memanggil warga setempat untuk meminta  pertolongan. Mendengar ada penemuan mayat, dalam sekejab warga sudah berbondong datang ke tempat kejadian. Selanjutnya penemuan itu dilaporkan ke Polsekta Sukajadi.

Mendapat laporan penemuan mayat tersebut, anggota Polsekta Sukajadi lalu turun ke lokasi penemuan. Disana polisi melihat Akiat yang memakai kaos oblong dan celana pendek ini sudah terbujur kaku. Selanjutnya jasat korban  dibawa  ke RSUD Arifin Achmad untuk diotopsi.

‘’Diduga dia (Akiat) meninggal dunia karena sakit yang dideritanya, karena ditempat ia terbaring ditemukan cairan bekas muntahnya,’’ kata AKP Agus Setiawan SE.

Saat jenazahnya diotopsi, suasana menjadi haru ketika istri Nisdalinda (54) dan anak bungsunya Khairul (17)  datang ke RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru. Mereka ini tak kuasa menahan rasa sedih atas kehilangan kepala keluarga di rumahnya. Setelah diotopsi petugas instalasi kamar mayat RSUD Arifin Achmad, jenazahnya dibawa pulang oleh keluarganya untuk dimakamnya.
=MG10
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >