|
PEKANBARU— Tidak terima dituduh mencuri, seorang pemuda berinisial RH (28) warga Jalan Ahamad Yani ini mengamuk dan menghajar tetangganya Abdullah (24) hingga babak-belur. Akibatnya, kini kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak Kepolisian setelah Abdullah melaporkan Mapoltabes Pekanbaru dalam kasus penganiayaan.
Berdasarkan data yang diperoleh Pekanbaru MX di Mapoltabes Pekanbaru menyebutkan, peristiwa penganiayaan itu terjadi, Rabu (3/3) sekitar pukul 22.00 WIB di Jalan Soekarno-Hatta, Payung Sekaki.
Aksi itu bermula ketika korban dan pelaku sama-sama bertamu ke rumah temannya Andi di Jalan Soekarno-Hatta itu. Namun secara tiba-tiba Handphone (Hp) Nokia type 6600 milik korban Abdullah hilang. Kebetulan pada saat itu pelaku duduk bersebelahan dengan korban.
Hal ini membuat korban curiga dengan pelaku. Tanpa ada bukti korban langsung menuduh kalau Hpnya itu diambil oleh RH. Kemudian RH yang tidak terima atas tuduhan korban langsung mengamuk dan terjadilah perang mulut.
Karena suasananya semakin panas, RH langsung menghajar korban hingga wajahnya mengalami luka memar. Untung saja baku hantam tadi dileraikan oleh teman-teman lainnya yang pada saat itu berada di rumah Andi.
Hingga penganiayaan itu tidak berlanjut fatal. Secara diam-diam korban yang masih tidak terima perbuatan RH itu langsung mendatangai Mapoltabes Pekanbaru untuk melaporkan kasus penganiayaan.
Kapoltabes Pekanbaru AKBP Drs Mujiyono SH Mhum ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kasat Reskrim Kompol Jon Wesly Arianto SIk membenarkan adanya laporan penganiayaan itu. Dan sekarang petugas masih melakukan penyelidikan terhadap laporan korban tersebut.
‘’Laporannya sudah kami terima, namun untuk sementara tersangka masih dalam pengejaran petugas. Pemicu penganiayaan ini bermula ketika Hp korban hilang, namun korban yang merasa Hpnya itu diambil pelaku langsung saja menuduh pelaku, sehingga terjadilah kasus penganiayaan. Korban melaporkan bukan kasus pencurian, tetapi kasus penganiayaan,’’ujar Kompol Jon Wesly. =MXD |
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|