 TENAYANRAYA—Nasib sial rupanya menghampiri Lukman (20) warga Jalan Indrapuri, Kulim. Gara-gara ketahuan mengembat dompet milik seorang pelanggan warung kopi tak jauh dari rumahnya, Lukman harus menerima sakitnya dihajar puluhan massa, Senin (1/3) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kapolsekta Tenayan Raya AKP Effendi S melalui Kanit Reskrim Ipda Suprianto kepada Pekanbaru MX Selasa (2/3) mengatakan, pelaku yang diketahui bekerja sebagai buruh batu bata di salah satu bedeng di Kulim seperti biasanya saat istirahat siang selalu mampir di warung kopi tak jauh dari rumahnya sekadar untuk melepas lelah.
Namun entah apa yang ada di pikiran bujangan asal Nias itu hingga mau mencuri dompet milik Margaholo (28) yang juga sedang bersantai sambil minum kopi bersama teman-temannya.
Naas bagi pelaku, saat hendak mengambil dompet berisi uang Rp600 ribu itu, dompet itu malah terjatuh hingga mengundang perhatian si korban dan teman-temannya.
Tahu kalau dompetnya sudah berada di genggaman pelaku, korban dan teman-temannya langsung menangkap pelaku yang tak bisa berbuat apa-apa selain komat-kamit meminta ampun.
Warga yang sudah geram tanpa ampun langsung menghajar pelaku hingga pada akhirnya beberapa petugas Polsekta Tenayan Raya tiba untuk menyelamatkan pelaku dari amukan massa.
Akibatnya pelaku mengalami luka-luka yang cukup serius di kepala dan wajahnya. Kini usai di rawat di klinik terdekat, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum dengan mendekam di sek Mapolsekta Tenayan Raya.
‘’Sekarang dia (Pelaku) masih di sel menunggu sembuh, Nanti sudah baikan baru kita akan ambil keterangannya terkait kasus pencurian itu,’’ ujar Ipda Suprianto.
Butuh Uang Harapan untuk sukses di negeri orang sirna sudah, setelah dirinya tertangkap oleh masa setelah berusaha mencuri dompet milik seorang pengunjung warung kopi. Kini dengan wajah penuh penyesalan, Lukman (20) harus meringkuk di sel Mapolsekta Tenayan Raya.
Akibat kejadian itu, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum yang berlaku di Negeri ini. Semua mimpi untuk meraih sukses dan menyenangkan hati orang tua di kampung langsung sirna.
Pelaku yang merupakan warga Jalan Indrapuri, Kulim dan berasal Nias, Sumatera Utara (Sumut) ini, mengaku nekat mengambil dompet Margaloho karena kepepet sedang tak punya uang, sementara kampung tengah alias perutnya tak bisa diajak kompromi (lapar).
‘’Aku terdesak, perut ku saat itu lapar sekali, saat itu aku tak punya uang sepeser pun,’’ ujar pelaku kepada Pekanbaru MX di ruang penyidik Polsekta Tenayan Raya, Selasa (2/3).
‘’Aku sekarang teringat, akan wajah orang tuaku di kampung, aku tak menyangka bisa seperti ini, padahal aku berjanji akan membahagiakan mereka kelak,’’ tutur pelaku meratap.=Mg3
|
|
|