|
DURI—Pertengkaran dua rekan sekerja Agus Waruhu (22) dan Tumpur Pangabean (29) warga Jalan Rangau Km 5 Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau,akhirnya berujung maut.
Korban Agus Waruhu tewas bermandikan darah setelah mengalami luka bacokan sekitar pukul 13.15 WIb, Ahad (28/2) di lahan milik M Lumban Toruan (30) di Kanal Cipto Tegar Ujung, Kelurahan Pematang Pudu,Kecamatan Mandau.
Kapolres Bengkalis AKBP Marudut Hutabarat saat dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kapolsek Mandau AKP Arief Fajar Satria SH Sik didampingi Kanit Reskrim Aiptu Indra Varenal, Selasa (2/3) membenarkan adanya kasus pembunuhan tersebut.
“Tersangka berikut barang bukti (BB) telah diamankan di Mapolsek Mandau guna proses selanjutnya. Sementara sejumlah saksi-saksi telah kita mintai keterangannya terkait peristiwa tersebut,” ungkap Arief Fajar.
Dijelaskan Kapolsek, peristiwa pembunuhan tersebut terjadi Ahad (28/2) sekira pukul 13.15 WIB. Korban yang merupakan teman sekerja pelaku membersihkan lahan untuk ditanami sawit.
Salah satu saksi yang merupakan kepala kru, menyuruh pelaku untuk mengambil labu untuk dijadikan sayur, untuk makan siang. Namun pelaku tidak mau, lalu korban Agus mengambil sendiri labu tersebut.
Setelah labu didapat sesampai di depan pelaku labur tersebut di lempatkan ke hadapan pelaku.
Perbuatan korban itu membuat pelaku tersinggung, namun pelaku pergi meninggalkan korban sambil mengambil mesin cinsaw yang rusak guna diperbaiki.
Kepergian pelaku belum membuat korban senang. Bahkan korban terus mengejek pelaku dengan cibiran. Karena terus diejek, akhirnya pelakupun marah sehingga terjadi keributan.
Saat itu, korban sempat memukul wajah pelaku sehingga mengalami bengkak. Melihat kejadian itu beberapa teman pelaku datang melerai dan menyuruh pelaku pulang.
Dalam perjalanan pulang menuju ke pondok pelaku masih kesal dan sakit hati. Bahkan pelaku sempat melontarkan ancaman akan membunuh korban.
Mendengar ancaman pelaku, korban pun melawan. Terpancing dengan perlawanan korban, pelaku pun langsung mengejar korban. Korban pun mencoba menghindar dari kejaran pelaku sambil melompati parit.
Saat itulah korban terjatuh. Kesempatan itu tidak disia-siakan pelaku. Pelaku yang memegang golok langsung menghayunkan beberapa kali ke arah korban sehingga mengenai betis kaki kanan sehingga robek.
Tidak hanya disitu, golok pelaku juga menebas jeri kelingking kaki kiri korban hingga putus dan tumit rubek.
Setelah puas membantai korban, tersangka lalu menyerahkan diri ke pondok yang ditempati Tampubolon. Selanjutnya saksi bersama teman-teman satu kru, membawa korban ke pondok. Saat menunggu pompong untuk membawa korban keluar, korban akhirnya menghembuskan nafas terkahirnya.***
|
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|