|
Masih ingat dengan kasus perampokan yang menimpa toke karet M Yasir (40) Desa Tabing Ponkai, Kecamatan XIII, Kota Kampar beberapa waktu lalu. Empat dari sembilan pelaku berhasil diciduk polisi.
Mereka yaitu M Husaini, Murdaini, Al Ayubi dan Anto. Untuk mengungkap aksi kawanan rampok ini, Polres Kampar melakukan rekontruksi tapi bukan di TKP melainkan di halaman Mapolres Kampar, Kamis (25/2) sekitar pukul 12.00 WIB.
Dalam rekontruksi yang dikawal puluhan polisi itu terdapat sebelas adegan. Diantaranya sebelum melakukan aksi perampokan, pelaku tiga kali berkumpul untuk melakukan perencanaan. Perencanaan pertama dilakukan di Desa Tanjung Alai sambil makan bersama. Dan pada perencanaan kedua di Jembatan Gunung Bungsu dan terakhir di Candi Muara Takus.
Salah seorang tersangka bernama Anto yang merupakan tetangga korban bertugas menjadi penggambar denah lokasi. Ada dua rencana yang akan dilakukan kawanan rampok ini. Bila aksi berjalan mulus, maka pelaku akan langsung kabur tanpa melukai korban, bila tidak, maka korban dibunuh.
Setelah perencanaan matang, Rabu (3/2) dini hari kawanan ini melakukan aksinya. Yang mana pada pagi itu kawanan perampok berjumlah sembilan orang yaitu M Husaini, Murdaini, Al Ayubi, Anto, Parto, Undan, kuncung, Paicong dan Hartono menyambangi rumah toke karet ini.
Pelaku masuk ke rumah korban dengan mendobrak pintu pakai kayu bloti. Ternyata aksi itu membangun istri korban yakni Aze. Pada saat itu Aze berteriak dan hal ini ternyata membangunkan M Yasir. Ayah dua anak ini pun ke luar dari kamar tidur. Karena curiga dengan teriakan istri, maka Yasir keluar dengan membawa parang. Dan saat itu korban keluar Parto dan Anto langsung menahan korban, namun Yasir meronta sehingga para perampok tersebut kalap.
Melihat korban tidak juga diam dan masih coba berontak, Kuncung pun marah dan langsung melepaskan tembakan yang jaraknya 1 meter dari korbanya. Sehingga pada saat itu sebutir timah panas langsung menembus dada sebelah kiri Yasir dan tembus pada punggung sebelah kanan. Dan peluru yang menembus dada Yasir inilah yang mengenai dinding rumah dan juga mengenai perut salah seorang perampok bernama Anto, akibat dari pantulan dari dinding tersebut.
Korban terkapar, sementara tersangka Anto menjerit karena perutnya kena pantulan tembakan yang dilesakan Kuncung. Sehingga para perampok langsung kabur pada saat itu.
Melihat suaminya tertembak, istri korban, Aze langsung berteriak, sehingga membangunkan para tetangganya. Warga setempat pun langsung menghubungi pihak kepolisian. Karena aksinya sudah diketahui oleh masyarakat, para perampok pun berusaha kabur. Dengan menggunakan sepeda motor roda dua, dan mereka kabur secara berpencar yakni ada yang ke Rohul. ***
Beberapa puluh menit kemudian, empat pelaku berhasil diciduk di tempat berbeda. Keberhasilan penangkapan tersangka ini setelah adanya kontak senjata dengan kawanan rampok tersebut.
‘’Rekontruksi ini dalam rangka untuk melengkapi pemberkasan,’’ kata Kasat Reskrim Kampar AKP Devy Firmansyah SIK yang didampingi Kapolsek XIII Koto Kampar AKP Erde Dianto pada wartawan. Dalam kasus ini lima orang pelaku lagi menjadi buronan. Mereka Parto, Undan, kuncung, Paicong dan Hartono. *** |
|
|