Tolak Berhubungan Badan, Istri Dipukul
Selasa, 16 Pebruari 2010
 
Apa yang dilakukan Sup (34) warga Jalan Hangtuah Ujung ini tak perlu ditiru. Ditolak istri untuk berhubungan badan, Sup langsung emosi. Pria yang sudah dikaruniai satu anak ini tega menganiaya istrinya War (30), Jumat (12/2) di rumahnya hingga memar.
Penganiayaan itu dilakukan pelaku hanya masalah ranjang. Pada malam kejadian itu terjadi, pelaku pulang ke rumah. Setiba di rumah, ia langsung meminta ‘dilayani’ istrinya. Namun karena korban merasa capek langsung menolak ajakan suaminya.

Berdasarkan data yang berhasil dirangkum Pekanbaru MX di kepolisian menyebutkan, kejadian itu terjadi, Jumat (12/2) sekitar pukul 23.30 WIB. Pada saat itu sang suami baru pulang dari tempat kerja. Tiba-tiba pelaku langsung menarik tangan istri Warianti ke dalam kamar untuk berhubungan badan. Karena merasa capek korban menolak ajakan suaminya.

Rupanya, Sup langsung tersinggung dan marah-marah. Emosi sudah memuncak, pelaku memukuli istrinya hingga babak-belur. Setelah menganiaya War, pria yang baru dikaruniai satu anak ini langsung pergi dari rumah. Sedangkan Warianti hanya bisa menangis sendirian di rumah.

Besok harinya, Sabtu (13/2) Warianti yang ditemani keluarganya melaporkan kasus tersebut ke jajaran Mapoltabes Pekanbaru. Mengetahui istrinya melapor ke pihak berwajib, Sup memilih kabur. Sampai saat ini pelaku belum juga ditemukan.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Drs Zulkifli MH ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX mengatakan, kini kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu masih proses penyelidikan oleh tim penyidik jajaran Poltabes Pekanbaru.

‘’Kasusnya masih dalam penyelidikan petugas, dan pelakunya sampai saat ini masih kabur,’’ujar Kabid Humas.***
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 

1 dari 1 Komentar

j

Oleh: vina () Pada : 21-03-2010

j

Oleh: vina Pada : 21-03-2010

jahat bangat tu suami mcm itu,,,,,,

 

1 dari 1 Komentar



Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >