|
Suheli (19) pemuda warga Jalan Tanjung Keramat RT6/RW2 Dusun 1 Desa Merbau, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, terkapar setelah pinggang kanannya ditikam orang tak dikenal. Persitiwa itu terjadi, Selasa (9/2) sekitar pukul 22.00 WIB dalam perjalanan pulang menuju ke rumahnya usai nonton orgen, acara pernikahan warga di Desa Baran Melintang, tepatnya di kantor desa lama.
Anak kedua dari tujuh bersaudara ini tak sendirian mengalami luka. Ada tiga warga sekampungnya yang turut menjadi sasaran keberingasan pemuda yang diketahui merupakan warga Desa Mekun. Yakni, Parman yang menderita luka tusukan di tempat yang sama, beserta anaknya Riki yang hanya luka ringan di jari tengah tangan kanannya akibat menangkis sabetan senjata tajam pelaku. Selain itu, teman sekampung mereka Piri, juga mengalami nasib serupa.
Sore itu, cerita Suheli dengan nada tertahan, ia berjalan bersama sang pacar. Maksudnya, ingin menyaksikan acara hiburan orgen di desa tetangga. Tak lama ia di sana. Berselang beberapa waktu kemudian, ia mengantar sang pacar. Tapi setelaah itu ia bukannya pulang, melainkan kembali ke tempat acara.
Merasa bosan, sekitar pukul 22.00 WIB, ia berniat pulang. Di perjalanan, Suheli melihat teman sekampungnya ada mengejar seseorang yang tak dikenal. Timbul rasa solidaritasnya. Suheli pun ikut mengejar pemuda yang diketahui merupakan warga Desa Mekun.
Aksi kejar-kejaran tak berlangsung lama. Yang dikejar akhirnya tertangkap. Tanpa mengetahui apa permasalahannya, Suheli mengikuti teman-temannya memukul pemuda itu. Merasa terpojok, pemuda yang dipukul itu mengeluarkan senjata tajam yang diduga memang telah dipersiapkan. Satu sabetan senjata tajam, menghentikan aksi Suheli. Ia seketika terkapar bersimbah darah.
Melihat Suheli terluka, teman-temannya jadi lengah. Kesempatan itu digunakan pemuda tersebut untuk melarikan diri. Merasa tak terima temannya terluka, beberapa orang warga Desa Merbau kembali mengejar pemuda yang menikam Suheli. Belakangan baru diketahui bahwa tak hanya Suheli yang terluka akibat ditikam. Ternyata ada tiga warga kampungnya yang juga mengalami nasib serupa.
Suheli yang terluka parah, kemudian dibawa warga sekitar ke rumah mantri untuk menjalani perawatan. Karena lukanya lumayan parah, sekitar pukul 03.00 WIB dinihari, Suheli dirujuk ke Puskesmas Teluk Belitung, Kecamatan Merbau. Sementara yang lainnya hanya dirawat jalan karena menderita luka ringan.
‘’Saya tak tahu apa permasalahannya. Tapi dari keterangan yang saya dapat, sebelumnya memang ada warga kampung saya bernama Su yang bertengkar mulut dengan warga Desa Mekun,’’ jelas Suheli yang kini masih menjalani perawatan intensif di puskesmas. Akibat tikaman itu, luka Suheli harus mendapat tiga jahitan di bagian dalam dan lima jahitan di bagian luar.
Sementara Samah (45), orang tua Suheli yang ditemui saat menjaga anaknya di Puskesman mengaku tak mengetahui apa permasalahannya hingga terjadi peristiwa itu. ‘’Saya tahu setelah dia (korban) dirawat di puskemas,’’ terang Samah. Kapolsek Merbau AKP Sasli Rais SH MH ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX membenarkan adanya kasus penikaman tersebut. Namun pihaknya belum mendapat laporan resmi dari pihak keluarga korban. ‘’Memang ada dari Desa Baran Melintang, tapi korban belum melaporkan kejadian itu,’’ sebut Sasli Rais. *** |
|
|