Sekuriti Mesum Digerebek Warga
Rabu, 10 Pebruari 2010
 
Ketenangan warga di Kompleks Perumahan Bumi Lago Permai terusik. Suasana malam yang sepi sontak menjadi heboh dan ramai seketika. Hal ini terjadi setelah warga menggerebek salah satu rumah di Blok E, RT 01 RW 12 Lingkungan III Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota.
Di rumah itu warga menemukan sepasang anak manusia yang lagi berbuat mesum. Sebagai ganjaranya,  pasangan ini lalu diarak ke pos ronda dan sempat menjadi tontonan ratusan warga.

Diketahui, sang lelaki adalah warga asal Boto Gawu Nias inisial Wt (21) berkerja sebagai anggota security di PT RAPP Pangkalan Kerinci. pria ini juga mengantongi dua kartu identitas berupa KTP Nias dan KTP Siak Pekanbaru dengan alamat Jalan Kertama Marpoyan Pekanbaru. Sedangkan pasangan wanita yang disebut-sebut sebagai calon isterinya itu inisial Kk, wanita asal Medan Sumatera Utara.

Kejadian yang menghebohkan warga kompleks perumahan Bumi Lago Permai itu terjadi lebih kurang pukul 21.00 WIB, Senin (8/2) malam. Kala itu, warga yang memang telah lama melihat gerak gerik sumbang anggota SGI yang tinggal di kompleks perumahan dan tidak pernah melapor keberadaannya di  RT/RW setempat mendatangi rumah tersebut.

Kesal denga gaya pria tersebut, sejumlah warga perumah seperti Lurah Pangkalan Kerinci Kota Juharmansyah SE, Ketua Lingkungan III H Mabrur, Ketua RW Erwan dan Ketua RT Sanusi bersama sejumlah warga lainnya, melakukan penggerebekan.

Awalnya warga sempat menggedor pintu rumah BTN itu beberapa saat lama, namun tak kunjung dibuka. Penghuni yang ada di dalamnya mendiamkan diri. Lampu ruang tamu tampak menyala, sementara lampu kamar padam. Informasi A1 (benar) ini membuat warga  semakin penasaran dan menggedor pintu makin keras.

Lebih kurang lima menit kemudian baru pintu dibuka. Wt tampak sudah dalam keadaan berpakaian, dan pria berpostur layaknya anggota keamanan ini membantah kalau ada orang lain di dalam rumah, apalagi wanita.

Namun, alasan warga asal Nias ini bukan menyurut keinginan warga merengsek masuk ke dalam rumah. Apa yang terjadi setelah lampu kamar dinyalakan. Astagfirullah, di dalam kamar tampak  wanita yang sedang memakai pakaian. “Dipastikan pasangan ini sudah berbuat maksiat,” ucap Jo salah seorang warga yang ikut menghadiahi bogem mentah ke muka anggota security ini hingga meringis kesakitan.

Selain masuk ke dalam kamar yang sebelumnya tanpa penerangan lampu alias gelap gulita, beberapa warga yang sudah mengintip dari jendela juga memastikan, pasangan ini telah melakukan perbuatan luar nikah. Apalagi mereka sepasang kekasih yang konon tunangan tidak diterima warga untuk melegalkan perbuatan maksiat di lingkungan warga setempat.

Pasangan yang memang sudah sejak lama menjadi target operasi warga setempat yang diduga telah sering berbuat maksiat di tempat kos ini lalu digiring ke pos ronda yang berjarak kurang lebih 40 meter dari tempat kost paling pojok tempat ditemukan pasangan ini.

Berbagai pertanyaan dan cercaan pun dilontar warga terhadap pasangan yang telah mencemarkan nama baik lingkungan. Namun masih untung tidak terjadi amukan massa terhadap keduanya. Meski beberapa bogem mentah sebagai bentuk pelampiasan kekesalan dan kemarahan   sempat dilayang ke Wt. Namun warga tampaknya tidak mau hakim sendiri.

“Coba  saja kalau warga disini tidak mengerti hukum, sudah dipastikan babak belur dihajar warga,” ungkap beberapa warga. Apalagi di lokasi, pak lurah berikut perangkat lingkungan, RT, RW dan tokoh pemuda ada di sana.

Meski tidak tampak rasa penyesalan, pasangan ini terutama Kk sang cewek hanya menunduk dan tidak berani menatap kerumunan warga sambil merunduk dan menutup wajahnya dengan rambut.

“Prilaku anggota security yang tidak pernah melapor dilingkungan ini sudah lama diperhatikan warga. Bahkan tempat kos dilaporkan warga sering keluar masuk cewek beberapa pasang. Karena mereka tinggal beberapa orang pria di sana. Dan malam ini terbukti sudah laporan dan keluhan warga itu. Dalam seminggu ini memang telah diintai warga dan dugaan ini berlangsung sejak lama,” kata lurah berkomentar terhadap penangkapan pasangan mesum tadi malam.

Untuk menghindari kemungkinan lain, akhirnya warga  menghadirkan tokoh peguyuban Nias tempat asal anggota security. Pasangan ini memang tidak diserahkan ke polisi, namun mereka direkomendasikan untuk melangsungkan pernikahan sesuai dengan adat dan agama mereka.

Namun sebelum dilepaskan sekitar pukul 00.00 WIB dinihari Selasa (9/2), pasangan ini terlebih dahulu meneken surat pernyataan. Diantara poinnya dalam waktu 1x24 jam harus pindah dari komplek perumahan.

Bahkan disebut-sebut, pasangan ini juga diharuskan membayar denda adat ala kampung. Namun tidak dipastikan apakah pasangan ini harus membayar denda uang seperti kejadian sebelumnya atau sanksi lainnya.***
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >