|
Berkurang sudah keresahan warga Desa Batu Belah, Kampar. Sebab satu dari dua ekor ular piton yang selalu memakan hewan ternak mereka berhasil ditangkap.
‘’Ular piton sepanjang 8 meter itu ditangkap warga pada Sabtu (6/2) lalu sekitar pukul 11.00 WIB di rawa-rawa dekat desa kami. Meski begitu, masih ada keresahan warga, karena ular piton sepanjang 12 meter belum ditangkap,’’ ujar Sardi salah seorang warga Desa Batu Belah kepada Pekanbaru MX, Senin (8/2).
Dijelaskan Sardi, selama lima bulan ini warga diresahkan dengan sering hilangnya ayam, kambing dan itik sebagai ternak mereka. Hewan tersebut diduga dimakan ular yang berada di boncah koyong sebuah rawa-rawa yang berada didesa tersebut.
Boncah koyong ini sendiri berdekatan degan anak Sungai Lipai. Warga pernah melihat ada ular besar dirawa tersebut dan bahkan ular ini pernah hampir memakan kaki salah satu warga yang sedang menyadap karet.
‘’Saat itu salah satu warga kakinya sudah mulai dililit ular tersebut. Tapi untungnya beliau selamat namun saat itu ularnya belum tertangkap,’’ ujar sardi.
Bahkan warga juga pernah melihat ular itu memakan anjing, sehingga warga kalau mau menyada karet di sekitar rawa tersebut sangat ketakutan. Tapi untung saja pada Sabtu (6/2) lalu salah seorang warga bernama Adi melihat adanya ekor ular di rawa rawa.
Adi langsung memanggil warga yang lainnya termasuk Sardi. Delapan warga Desa Batu Belah ini segera menangkap ular tersebut. Empat orang menarik ekornya dan empat lainnya mencoba menangkap kepalanya dengan kayu bercabang.
Saat itu ular tersebut sempat melakukan perlawanan namun akhirnya dapat dilumpuhkan warga dan di ikat. ‘’Kalau ada yang mau membelinya kita akan menjualnya,’’ ujarnya lagi.
Informasi penangkapan ular piton ini akhirnya sampai ke masyarakat. Warga pun berbondong-bondong menyaksikan ular tersebut sehingga suasana menjadi riuh, banyak pula warga yang mencoba berfoto dengan hewan mamalia itu. *** |
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|