Jalan Rusak, TBS Sawit Menumpuk
Selasa, 19 Januari 2010
 
PANGKALANKERINCI — Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat ini, bagi sebagian warga di Pelalawan barulah sebatas angan-angan. Pasalnya, ratusan ton TBS petani di beberapa kawasan tidak bisa keluar karena terisolasi oleh jalan buruk.
Seperti yang dialami puluhan petani di Dusun Tambun Kelurahan Pangkalan Lesung. Selama tiga pekan terakhir, petani tidak bisa maksimal mengeluarkan TBS hasil kebun mereka akibat jalan menuju dusun tersebut rusak berat.

Petani menuding sebuah perusahaan rekanan pemerintah daerah yang bekerja di ruas jalan tersebut. Menurut warga, Jalan ke-Dusun Tambun tidak dapat dilalui akibat timbunan tanah liat yang dibiarkan begitu saja. Sejak jalan ini ditimbun pada akhir Desember 2009, warga terpaksa melangsir TBS dengan roda dua sejauh lima kilometer.

‘’Kontraktor membiarkan tumpukan tanah liat di sini, kalau sudah kena hujan tak ada yang bisa lewat karena lumpurnya setengah metar. Kalau begini lebih baik tak usah ditimbun saja. Dulu kalau sebelum ditimbun walaupun hujan mobil masih bisa masuk. Sekarang terpaksa dilangsir,’’ ujar Uban (49), warga Tambun yang memiliki dua hektare kebun sawit di dalam.

Kendati masih bisa mengeluarkan TBS hasil panen, petani mengalami kerugian jutaan rupiah. Pasalnya sebagian TBS tetap tidak bisa diangkut keluar karena keterbatasan daya angkut. Disamping itu warga harus mengeluarkan ongkos langsir sebesar Rp200 ribu per ton TBS.

Padahal jika truk bisa melintasi jalan Dusun Tambun, biaya tambahan ini tidak perlu dikeluarkan. Warga bahkan terpaksa menjual TBS dalam bentuk berondolan akibat TBS terlalu lama ditumpukan.

Kondisi ini mengundang perhatian tokoh masyarakat Pangkalan Lesung. Anggota KPUD Pelalawan yang merupakan tokoh Pangkalan Lesung Ir Abdul Hamid MSi, ikut bicara melihat penderitaan warganya. Ia mengimbau pihak kontraktor pelaksana proyek segera melakukan perbaikan.

‘’Ini harus segera diperbaiki oleh kontraktor supaya masyarakat bisa mengangkut hasil bumi dari Tambun. Saya tidak tahu perusahaannya karena tidak ada plank proyek,’’ kata Abdul Hamid.=rpg


   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >