|
Ratusan meter ornamen berbentuk tombak yang bertengger di atas pagar Kantor Bupati Pelalawan dimaling. Kehilangan ornamen pagar ini sudah kerap terjadi, namun tak satupun pelaku berhasil ditangkap. Padahal, kantor tersebut dijaga anggota Satpol PP.
‘’Kalau nilai kerugian tentu tak seberapa karena ini dana pemerintah, tapi kalau soal keindahan sungguh sangat tidak elok lagi dipandang mata karena tombak penghias pagar itu hilang. Kayak orang tua sudah ompong saja,’’terang Juki (35) warga Pangkalan Kerinci yang ikut menyaksikan pagar Kantor Bupati Pelalawan yang berlokasi di Jalan Sultan Syarief Haroen, Pangkalan Kerinci hilang dimaling orang, Kamis (14/1).
Sebenarnya imbuh Juki, kehilangan tombak tidak perlu berulang kali, karena di lingkungan perkantoran itu dijaga oleh anggota Satpol PP secara bergantian. ‘’Kan bisa saja diintip, lalu diringkus pelaku yang telah merusak keindahan kantor pemerintahan,’’ ujarnya lagi sambil tidak berani memastikan siapa pelakunya, namun dia menduga aksi terkait maraknya pembelian barang bekas.
‘’Bisa jadi ada komplotan pencari barang bekas. Karena ini sudah beberapa kali terjadi dan terus saja terjadi,’’paparnya.
Ari, PNS di lingkungan Setkab Pelalawan juga ikut menyesalkan, dicurinya tombak pagar Kantor Bupati itu, karena selain sudah sering terjadi, juga sangat indah dipandang mata dan terkesan tidak terawat.
Dari pantauan Pekanbaru MX, tidak saja tombak Kantor Bupati Pelalawan yang menjadi sasaran maling amatiran ini, hal yang sama juga terjadi pada pagar Kantor DPRD Pelalawan yang sederet dengan kantor bupati juga ornamen Kantor Camat Pangkalan Kerinci yang melingkari hutan kota. Ludes semuanya.
Pekanbaru MX juga berupaya mencari potongan besi kuning itu di sekeliling pagar, karena menduga tombak tersebut jatuh ke tanah, namun tak satupun berhasil ditemukan.
Ditempat terpisah, pemilik usaha Teralis Indah Nasrung Janggut mengatakan, harga tombak pagar itu satu unitnya saja berkisar Rp5-6 ribu atau lebih, karena yang di Kantor Bupati, DPRD Pelalawan itu bentuknya lebih besar. ‘’Kalau ratusan meter ya, kali kan saja per buahnya sudah berapa duitnya itu. Tapi Pemkab tak masalah kan, nanti dipesan lagi,’’sindirnya.***
|
|
|