Nunggu Tumpangan, Bujangan Dihajar Preman
Jumat, 15 Januari 2010
 
PEKANBARU — Tak ada sebab musebab, tiba-tiba saja Robby (18) warga Perumahan Sidomulyo, Marpoyan Damai, dipukuli orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi Rabu (13/1) sekitar pukul 23.00 WIB, di depan Hotel Ibis, Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru.
Akibat aksi pria misterius itu, muka korban mengalami luka-luka memar dan pelipis mata sebelah kanan bengkak. Informasi yang berhasil dirangkum Pekanbaru MX di Mapoltabes Pekanbaru menyebutkan, kasus pemukulan itu dilakukan pria misterius itu ketika korban lagi  menunggu  oplet.

Tiba-tiba datang dua pelaku yang tidak dikenal korban meminta uang serta HP miliknya. Karena tidak punya HP, korban langsung dipukuli. Selanjutnya uang korban sebesar Rp40 ribu juga  diambil pelaku.

“Usai mengambil uang pelaku yang menggunkan sepeda motor jenis Thander warna biru lalu kabur. Namun saya tidak sempat melihat nomor polisinya,”kata korban.

Karena pemukulan itu pula, korban menderita luka di pelipis matanya. Selanjutnya dibantu seseorang korban akhirnya diantar ke Pasar pagi Arengka untuk menmui abangnya. Di sana korban menceritakan panjang lebar atas apa yang dialaminya itu. Akhirnya korban dibawa ke Mapoltabes Pekanbaru untuk melaporkan kasus pemukulan tersebut.

Kapoltabes Pekanbaru AKBP Drs Mujiyono SH Mhum ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kasat Reskrim Kompol Jon Wesly Arianto SIk mengatakan, kini kedua pelaku itu masih dalam penyelidikan anggota dilapangan.

‘’Laporan korban sudah kami terima, namun untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku, kami perlu waktu. Karena korban pun tidak ingat dengan ciri-ciri pelaku. Namun korban hanya mengetahui jenis sepeda motornya saja. Pokoknya kasus ini tetap kami proses sampai tuntas,’’ujar Kompol Jon Wesly. =MXD
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >