|
Pemadaman listrik yang dilakukan PLN tanpa beraturan dengan baik ternyata berdampak buruk bagi pengelola Bandara SSK II Pekanbaru. Bahkan akibat kondisi listrik padam itu, nyaris membuat pesawat Batavia celaka.
Pesawat Batavia Airlines dengan nomor penerbangan 7-P561 dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten (Jakarta), nyaris mengalami kecelakaan saat hendak mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Ahad (10/1/10).
Pesawat itu nyaris celaka karena listrik di bandara, termasuk di landasan pacu mendadak padam, saat pesawat hendak mendarat. Akibatnya, pesawat yang baru mendarat itu nyaris kehilangan pandangan.
‘’Kami sangat cemas. Karena ketika itu posisi pesawat sudah mendekati landasan, tiba-tiba listrik di bawah padam dan pesawat terpaksa naik kembali,’’ keluh Adi Winarno, salah seorang penumpang pesawat yang berangkat dari Jakarta pukul 17.30 WIB kepada wartawan.
Dikatakan Adi, tidak sekedar dirinya yang cemas. Seluruh penumpang juga saat kejadian itu mengaku tak nyaman. Mereka bingung mengapa bisa terjadi, listrik padam saat pesawat akan mendarat.
‘’Semestinya situasi berbahaya seperti ini tidak perlu terjadi. Pihak bandara harus bisa mengantisipasi. Kalau sempat pas mendarat, listrik padam, saya tak tahu apa yang akan terjadi,’’ sesalnya lagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun riauterkini, PT. PLN (Persero) melakukan pemadaman bergilir pada pukul 18.50 WIB. Semestinya, saat suplai listrik dari PLN, padam, mestinya dalam 5 detik listrik di bandara sudah menyala.
‘’Kata seorang petugas tadi, listrik di bandara baru nyala 15 detik kemudian. Ini terlalu lama dan membahayakan penerbangan,’’ kritik Adi. Setelah terbang lagi, pesawat yang dipiloti M. Tegar Adibar dan copilot Iin Arjayana tersebut baru sekitar 15 menit kemudian berhasil mendarat dengan selamat.
Sementara itu Ariport Duty Manager Bandara SSK II Pekanbaru Ibnu Hasan saat dihubungi wartawan mengaku belum tahu adanya insiden tersebut. ‘’Saya belum tahu masalah tersebut. Tadi memang listrik mati, tapi hanya 10 detik. Saya belum tahu kalau pesawat Batavia terpaksa terbang lagi,’’ ujarnya. =MXAM |
|
|