|
Sejumlah warga mengeluhkan seputar tarif meteran listrik bagi pelanggan baru yang dikelola BUMD Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan. Warga menilai BUMD tidak transparan terkait soal harga meteran dengan daya tertentu sehingga memberatkan masyarakat. Daya 1.300 KWH dihargai sampai Rp 1,9 juta.
Sebelumnya warga keluhkan pemasangan tarif oleh PLN Ranting Pangkalan Kerinci yang dinilai mencekit masyarakat. Lalu hadir BUMD yang kelola listrik. Pertama harganya dinilai sangat standar, namun belakangan ini harga meteran baru pun ikut melonjak,kata warga Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci yang mengaku bernama Joe (28) Ahad (10/1).
Selain Joe, beberapa warga beberapa hari sebelumnya juga mengeluhkan hal yang sama. Joe misalnya, pemasangan meteran baru di rumahnya yang berlokasi di Terusan terpaksa merogoh kocek Rp 1,9 juta dengan daya 1.300 KWH. Tarif seperti ini tentu sangat membebankan. Karena setahu saya sebelumnya, tarifnya sama. Kalau daya 1.300 ya dibayar Rp 1,3 juta. Tapi kenapa bayar lebih, padahal instalasi dipasang sendiri,ujarnya.
Warga ini juga sempat mempertanyakan kepada anggota BUMD Tuah Sekata yang melakukan pemasangan meteran baru itu. Alasannya karena adanya penambahan kabel. Padahal rumah saya itu jaraknya tak sampai 25 meter. Artinya tentu ada kabel jatah yang tak perlu dibayar pelanggan. Karena merasa tidak puas, makanya sampaikan masalah ini ke media,ungkapnya.
Selain dirinya, Joe juga mengaku beberapa warga pelanggan baru juga mengalami nasib yang tak jauh beda. Membayar mahal harga meteran. Ada tetangga saya harus bayar Rp 1,6 juta. Dayanya tetap sama 1.300. Jadi kami perlu kejelasan dari pihak pengelola listrik ini. Apalagi Pak Azmun (mantan Bupati Pelalawan,red) pernah berpesan agar masalah listrik masyarakat Terusan ini dipermudah, paparnya seraya mengingat pesan mantan orang nomor satu di Pelalawan tersebut.
Dirut BUMD Tuah Sekata Pelalawan Drs H Fahrollazi yang dikonfirmasi MX beberapa hari lalu yang mengaku sedang berada di luar. Dia berjanji akan mempertanyakan hal itu kepada stafnya. ‘’Saya sedang tidak di kantor, nanti akan saya tanyakan kepada staf,’’paparnya.
Meski tidak menjelaskan secara rinci soal tarif pemasangan meteran bagi pelanggan baru dan tidak ingat detilnya, namun Oji panggilan akrab Dirut BUMD mengatakan harga meteran baru dengan daya 1.300 berkisar Rp 1,3-1,4 juta. Namun harga itu tentu akan bertambah jika adanya penambahan kabel dan adanya tiang baru. ‘’Kira-kiranya seperti itu, tapi nanti dicek lagi,’’papar Oji seraya menambahkan jatah kabel diperkirakan 25 meter.***
|
|
|