PEKANBARU— Emas palsu yang digadaikan oleh pasangan Siswandi (28) dan istrinya, Wiwik Indah (26) ternyata dibeli dari Kota Malang. Harga emas palsu itu seharga Rp17 juta dari 20 gelang dan 15 kalung. Setiap satu buah emas itu langsung dilengkapi dengan surat-suratnya.
Hal ini disampaikan oleh Siswandi kepada Pekanbaru MX, Selasa (5/1) kemarin di ruang Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru. Siswandi mengaku, dia mengetahui ada penjualan emas murahan itu dari temannya Erik warga Malang yang tinggal di Tapung, Kampar.
Berkat bantuan temannya itulah, Siswandi bersama istri pergi ke Malang untuk membeli emas palsu itu sebanyak 35 emas seharga Rp20 juta. Setelah itu emas tersebut dibawa ke Riau. Di Riau emas palsu itu digadaikan ke Kantor Pegadaian.
Namun aksi mereka ini diketahui oleh petugas Pegadaian Jalan HR Soebrantas, Panam yang mengecek kalau emas itu palsu, akhirnya Siswandi dan Wiwik ditangkap di Taluk Kuantan. Siswandi juga mengaku, mereka beraksi baru 1 bulan.
‘’Emas itu memang sengaja kami gadaikan di Kantor Pegadaian bang. Kalau suratnya itu memang diberikan pada saat kami beli emas, sama seperti kita beli emas di toko emas. Kalau di Kantor Pegadaian nama saya Herman, ini saya lakukan supaya pihak Pegadaian tidak mengetahui identitas kami,’’jelas Siswandi.
Diceritakan juga, dari hasil pegadaian emas palsu itu mereka telah mendapat uang sebanyak Rp30 juta lebih. Rencananya kalau tidak tertangkap, aksi ini akan dilakukan di luar Kota Pekanbaru.
‘’Rencana kami kalau kali ini berhasil, untuk ke depannya tidak lagi di Kota Pekanbaru. Rencananya di luar kota. Kalau untungnya lumayan juga. Dalam aksi ini saya menggunakan tiga orang anggota yang kini masih dalam pencarian petugas. Kalau dikatakan menyesal ya menyesal juga bang, tapi tidak ada arti lagi,’’tambah Siswandi yang mengaku istri lagi sakit. =MXD |
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|